“Jual Diri” Di Ajang Konferensi Ilmiah



Jakarta- Penulisan jurnal paper mungkin lekat dengan karya ilmiah tulisan akademisi tetapi pada kenyataannya penulisan jurnal paper ini juga menjadi ajang unjuk bakat. Ajang ini tentunya merupakan suatu momentum bagi para fresh graduate ataupun mahasiswa untuk mencari relasi lebih lanjut dan membuat sebuah presentasi yang dapat menarik para ahli dan profesionalisme kebumian yang hadir. Kerap kali dari hal tersebut banyak presentator atau penulis jurnal paper bertukar kartu dengan bos perusahaan.

Persaingan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan kiat mengetat. Berdasarkan data Ristekdikti pada tahun 2018/2019, terdapat 25569 mahasiswa kebumian (geologi, geofisika, pertambangan, dan perminyakan) di Indonesia yang menunggu untuk “lulus” dan tentunya di kedepan memerlukan suatu pekerjaan. Dengan persaingan yang ketat tentu diperlukan nilai tambah bagi fresh graduate untuk memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain ajang unjuk bakat, analisis dan tinjauan para penulis menjadi kontribusi di dunia kebumian baik secara teoritis ataupun praktikalis. Hal ini tentu baik bagi perkembangan dan kemajuan IPTEK di Indonesia khususnya pada bidang kebumian.

Kerap kali pada ajang konferensi jurnal, para penulis bersaing antar satu sama lain dalam menyajikan dan memprestasikan hasil penelitian mereka. Hal ini merupakan bentuk persaingan yang sehat dan merupakan proses pengasahan kemampuan para penulis untuk menganalisis dan mengkritisi karya antar satu sama lain maupun sendiri.

Penulis jurnal yang masih mahasiswa memiliki beberapa keunggulan dalam penulisan maupun penyajian data. Mahasiswa memiliki ruang belajar yang lebih luas dan juga memiliki fasilitas kampus yang dapat mereka gunakan untuk menyajikan tulisan mereka. Keberadaan dosen juga dapat membantu mahasiswa untuk memberikan literasi yang baik terhadap paper mereka.

Para penulis jurnal paper yang berasal sektor industri juga memiliki beberapa keunggulan yaitu kemudahan untuk mendapatkan data lapangan. Tidak jarang, para penulis dari sektor industri menggunakan data perusahaan yang sedang mereka kerjakan. Seperti peribahasan “Kill two birds with one stone”, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan sehari-hari mereka tetapi juga mendapatkan data dari pekerjaan itu untuk dibuat tulisan jurnal.

Tentu banyak jalan menuju Roma tetapi kembali lagi ke peribahasa “Kill two birds with one stone”, penulisan paper jurnal merupakan ajang bagi kita untuk unjuk diri ke perusahaan dan di sisi lain kita juga dapat turut berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan Indonesia. Dari itu marilah kita membiasakan diri kita untuk menulis.

(FPL)