Forum


user image Forum di buka pada tanggal 2019-09-10

duniatambang.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 162 K/30/Mem/2019 Tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Bulan September Tahun 2019. Harga Batubara Acuan (HBA) September 2019 sebesar US$65,79/ton. Sempat naik tipis di bulan Agusus sebesar US$ 72,67/ton, HBA September terkoreksi sebesar 9,46 persen.

Baca juga: Kabar Segar, Harga Batubara Acuan (HBA) Agustus Menanjak Tipis

Selama dua tahun terakhir, posisi HBA September tercatat paling rendah. Harga batubara mulai melemah sejak awal tahun 2019, meningkat tipis pada Agustus, dan terjun bebas kembali pada September. Pengusaha batubara makin lesuh melihat harga batubara yang semakin turun.

 

HBA diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX),  Global Coal Newscastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.332 kcal/kg CAR, total moisture 8%, total sulfur 0,8% dan ash sebesar 15%.

Pergerakan harga batubara dipengaruhi oleh tingkat permintaan China dan India. Saat ini China tengah membatasi impor batubara karena sedang menggenjot produksi di dalam negeri. Sama halnya yang dilakukan oleh Pemerintah India melakukan pembatasan impor batubara.

Baca juga: KEPMEN NOMOR 162 K/30/MEM/2019

Faktor lain yang mempengaruhi harga batubara adalah perang dagang China dan Amerika Serikat yang belum reda, menurunnya permintaan batubara dari benua Eropa dan kondisi pasar yang masih oversupply sehingga harga batubara masih dapat berubah. Dibandingkan dengan HBA, harga batubara global pekan lalu menguat hampir 7%.

Di lain sisi, harga batubara yang anjlok pada September membawa kabar baik untuk PT PLN (Persero). PLN bisa membeli batubara sebagai bahan bakar dengan harga yang murah.

Baca juga: Harga Batubara Global Menguat, ‘Deg-Degan’ Menanti HBA September

Salah satu strategi yang bisa dilakukan oleh pengusaha batubara adalah melakukan kegiatan efisiensi. Perusahaan juga dapat mengambil langkah untuk meningkatkan produksi meski harga batubara tengah menurun. Beberapa perusahaan emas hitam ini beberapa telah mulai bergerak untuk memproduksi batubara kokas (coking coal) karena memiliki harga yang lebih baik dibandingkan dengan thermal coal.

 

Bagaimana tanggapan Sobat?

 

(MS)


0 Tanggapan
209 View
Rating 0/10

Belum ada jawaban untuk Forum ini

Silakan Login untuk memberikan jawaban.