Detail Berita


Meski Belum Stabil, Harga Batubara Global Mulai Menguat


"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-06-2020

duniatambang.co.id - Harga perdagangan batubara di penghujung periode Mei 2020 ini, masih berlanjut dalam tren penurunan sejak tiga hari yang lalu. Namun jika dilihat laporan pergerakan sepanjang bulan Mei ini, mulai terjadi pemulihan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang nilainya anjlok sebanyak 13 persen.

Seperti yang telah diketahui, harga batubara acuan Newcastle kontrak berjangka untuk bulan Juli, dibuka pada posisi 55,35 dolar Amerika per ton. Dalam perdagangan tersebut nilainya terus turun hingga mencapai angka 50 dolar Amerika per ton. Sementara pada laporan harga untuk pekan ini, juga mengalami penurunan sebanyak 1,55 persen. Namun jika melihat pada acuan bulan April, harga batubara Newcastle mulai bangkit dari keterpurukan paling rendah selama empat tahun terakhir.

Ada sejumlah faktor yang menjadi penguat harga acuan batubara selama perdagangan bulan Mei ini. Aksi hunting oleh pasar yang mulai kembali bergeliat setelah sekian lama harga batubara mengalami penurunan, menjadi faktor utamanya. Tak hanya melihat dari harga yang terlalu rendah, pasar juga mulai optimis dan terbuka kembali harapannya setelah sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan terkait wabah pandemi yang berangsur membaik. Sehingga permintaan batubara oleh negara-negara tersebut juga mulai meningkat.

Dukungan peningkatan harga acuan batubara juga dari pergerakan harga minyak mentah dunia. Diketahui minyak mentah mengalami penguatan harga di bursa berjangka internasional selama bulan Mei ini. Sayangnya ketidakstabilan harga minyak mentah pada akhir bulan, kembali memberikan tekanan terhadap harga acuan batubara.

Minyak mentah jenis Brent yang selama jadi harga acuan minyak mentah dunia, pada pekan terakhir bulan Mei, harganya anjlok sebesar 1,62 persen. Turun ke posisi 34,69 dolar Amerika per barel. Begitu juga dengan harga gas alam yang ikutan mengalami penurunan harga sebesar 2,69 persen menjadi 1,7740 dolar Amerika per MMBtu.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !