Loading...
image

"Pabrik PT Indocement Tunggal Perkasa"
Sumber gambar: indocement.co.id

Dunia Tambang / 2 June 2020 / 0 Komentar

Indocement 

Penjualan Semen Turun 8 Persen, Indocemet Berharap Pasar Kembali Bergairah

duniatambang.co.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) harus mengalami penurun penjualan semen pada periode Januari hingga April 2020. INTP selama empat bulan pertama 2020 hanya mampu membukukan penjualan sebesar 5 juta ton semen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, penjualan semen INTP tersebut mengalami penurunan hingga 8%.

Sekretaris Indocement Antonius Marcos menjelaskan bahwa semester-I 2020 ini memang menjadi tahun yang cukup berat bagi INTP. Pada awal tahun, penjualan semen sempat tersendat bencana banjir dan cuaca yang kurang bersahabat di beberapa wilayah Indonesia yang membuat konsumsi semen menurun. Lalu, munculnya tantangan lain yaitu adanya pandemi covid-19 yang semakin membuat pasar semen kurang bergairah.

Melihat fakta tersebut, manajemen INTP memutuskan untuk mevisi target pertumbuhan penjualan semen pada tahun ini, semula INTP memproyeksikan penjualan akan tumbuh 4% hingga 5%. Kini, INTP merevisi menjadi -5% hingga -7%. Selain itu, INTP juga menurunkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini, dari semula Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun.

Lebih lanjut, Antonius Marcos pun berharap kedepannya setelah kondisi pandemi mulai terkendali dan mulai adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah dapat membuat kembali berjalannya proyek konstruksi yang diharapkan dapat berdampak pula pada pertumbuhan konsumsi semen. Kendati diserbu berbagai tantangan, dari segi keuangan INTP mengaku tidak terganggu signifikan.

INTP pun sudah menyiapkan berbagai upaya mitigasi termasuk diantaranya kegiatan efisiensi diberbagai lini bisnis dan kegiatan operasionalnya. INTP pun tercatat masih melakukan ekspansi bisnis terkait dengan relokasi salah satu terminal apung yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur ke Konawe, Sulawesi Tenggara.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar