Detail Berita


Harga Batubara Merosot, Dua Emiten Ini Alami Kerugian di Kuartal I 2020


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-06-2020

duniatambang.co.id - Kuartal I 2020 memang cukup berat untuk dilalui. Dua emiten yang bergerak dalam bisnis pertambangan yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Indika Energy Tbk (INDY) catatkan kinerja yang kurang prima pada kuartal I 2020. Keduanya tercatat harus mengalami kerugian tahun berjalan. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan dan sentimen negatif terhadap komoditas emas hitam.

BUMI pada kuartal I 2020 harus membukukan kerugian bersih hingga US$ 35,1 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja BUMI berbanding terbalik dimana pada tahun lalu BUMI mampu mencatatkan laba bersih sebesar US$ US$ 48,4 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menjelaskan bahwa turunnya kinerja BUMI pada kuartal I 2020 lalu disebabkan oleh harga batubara yang terus menunjukkan tren turun dan turunnya permintaan akibat pandemi covid-19 sebagai dampak dari kebijakan lockdown diberbagai Negara terutama Negara-negara yang menjadi importir batubara.

Lebih lanjut, pada kuartal I 2020 BUMI juga harus mengalami penurunan pendapatan secara persentase sebesar 4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara nilai pada kuartal I 2020 BUMI hanya mampu membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 1,07 miliar.

Dari segi penjualan, BUMI sebenarnya mengalami kenaikan penjualan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 21,5 juta metrik ton. Namun, realisasi harga jual batubara harus mengalami penurunan hingga 6% menjadi US$ 49 per ton dari sebelumnya US$ 52,2 per ton tahun lalu.

Sama halnya dengan BUMI, INDY pada kuartal I 2020 harus membukukan rugi bersih US$ 21,02 juta. Pendapatan INDY juga harus mengalami penurunan secara persentase sebesar 8,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau berada pada angka US$ 641,50 juta. Hal ini lantaran sejumlah lini bisnis INDY juga harus mengalami penurunan pendapatan seperti pendapatan kontrak dan jasa yang hanya mampu membukukan pendapatan sebesar US$ 178,66 juta dan Penjualan batubara INDY juga harus turun menjadi US$ 453,95 juta.

Performa yang kurang positif ini harus dialami INDY sebagai dampak dari merosotnya harga batubara. INDY mencatatkan harga jual pada tiga bulan pertama di tahun 2020 ini berada dilevel US$43 per ton. Harga batubara memang menjadi tantangan berat bagi pengusaha batubara. Baik BUMI maupun INDY berharap kedepannya mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis sehingga tetap mampu mencatatkan kinerja positif.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !