Detail Berita


Proyek Smelter Tanah Air Mogok Terdampak Corona


"Laki-laki yang bekerja memercikkan besi cair"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 29-05-2020

duniatambang.co.id – Pandemi corona menghantam hampir seluruh sektor bisnis, termasuk sektor pertambangan. Pengembangan beberapa proyek pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) tanah air tertunda. Hal ini sejalan dengan tertundanya rencana investasi investor karena situasi yang tak menentu akibat virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan beberapa investasi pengembangan smelter ada penundaan Airlangga menyebut pengembangan proyek smelter dapat tertunda 5 bulan hingga 1 mendatang.

“Proyek smelter ada yang tertunda 4-5 bulan, bahkan bisa sampai 1 tahun. Proyek ini diharapkan bisa diselesaikan pada periode 2020-2024”, tuturnya.

Salah satu proyek smelter yang tertunda akibat virus corona ini adalah milik PT Freeport Indonesia. Freeport telah mengajukan penundaan pembangunan proyek smelter kepada Kementerian ESDM. Pembangunan smelter Freeport yang mulanya harus rampung pada Desember 2023 ditunda hingga Desember 2024.

Proyek smelter Freeport yang tertunda ini disebabkan oleh mobilitas kontaktor yang terbatas dan pasokan material terhambat karena ada pembatasan di sejumlah Negara, termasuk di Indonesia.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia mengakui, pandemik corona ini memberikan dampak yang besar sekali terhadap kinerja Freeport. Proses transisi tambang bawah tanah Freeport pada 2020 membuat produksi akan berkurang 50% dari kapasitas normal sehingga Freeport membutuhkan upaya ekstra untuk menjaga kinerja perusahaannya.

Pembangunan smelter sejalan dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba dimana perusahaan tambang diwajibkan melakukan pemurnian untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil pertambangan.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !