Berita

Kesetaraan Gender dalam Pekerjaan Mining, Perlukah?

Jakarta- Diversity merupakan hal yang penting dalam suatu pekerjaan, demikian yang disampaikan oleh County HR Manager Cisco, Ibu Sekar Anindita pada acara Women in Mining and Energy “What Stopping Stem Female Graduates from Entering Mining and Energy Industry?” tanggal 27 Mei 2019. Dalam industri 4.0. kini persamaan gender merupakan hal yang krusial dalam suatu industri.

Gerakan WiMe (Women in Mining) mengadakan penyuluhan dan sosialisasi dalam persamaan gender tanpa diskriminasi dalam pekerjaan. Disebutkan oleh Ibu Sekar bahwa ketimpangan gender ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Ketimpangan gender dalam suatu pekerjaan dapat disebabkan oleh mindset gender.
  • Kurangnya role model gender
  • Penelitian menunjukkan kalau gender dalam perusahaan seimbang, kinerja makin baik.

Berdasarkan data Kemanker, setiap tahun angkatan kerja bergender perempuan semakin meningkat. Dengan adanya peningkatan ini tentu perlu adanya penyusaian terhadap suatu lowongan pekerjaan dengan kebutuhan perempuan sebagai pekerja. Dengan adanya penyesuaian perempuan dapat turut serta berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi Indonesia terutama pada pertambangan.

Keahlian perempuan dalam melakukan pekerjaan tambang terbukti dengan kedatangan empat perempuan warga Papua yang bekerja di PT Freeport Indonesia sebagai HSE dan/atau operator alat berat. Mereka menyampaikan pengalaman mereka bekerja dan mereka menyanggupi pekerjaan yang mereka geluti.

Dijelaskan dalam acara WiMe, salah satu solusi dalam permasalahan ketimpangan gender adalah dengan mengimplementasikan pembinaan dalam tiga bulan pertama (support system) khususnya bagi perempuan.Support system ini dapat diisikan perannya oleh manajer, HR (Human Resource), dll. Dengan support system ini diharapkan perempuan yang baru masuk dalam pekerjaan ini mendapatkan support dari lingkungan kerja dan dapat membuat perempuan dapat berkembang.

Perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki – laki untuk mendapatkan pekerjaan di pertambangan. Penyesuaian perlu dilakukan agar support system bagi perempuan yang bekerja di perusahaan tambang dapat betah dan dapat memberikan kontribusi yang sama dengan laki – laki.

(FPL)