Detail Berita


China-Australia Bersitegang, Harga Batubara Dapat Kembali Tertekan?


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 26-05-2020

duniatambang.co.id - Komoditas batubara memang masih menjadi salah satu komoditas yang mengalami kontraksi cukup dalam, bahkan sempat menyentuh level terendah. Pada pekan lalu, harga batubara turun sebesar 0,71% ke level US$ 55,9/ton.

Komoditas emas hitam ini memang tengah menunggu sentimen positif untuk dapat merangkak naik ke level US$ 60/ton. Namun, batubara justru diproyeksikan akan kembali tertekan sejalan dengan adanya ketegangan China-Australia yang berpotensi berujung pada perang dagang antar keduanya.

Potensi ketegangan keduanya mencuat setelah Australia menekan China untuk bertanggung jawab atas terjadinya pandemi covid-19 berujung dengan sikap China yang memilih menaikkan beberapa bea masuk importasi produk asal Australia. Bukan hanya ketegangan China-Australia, tensi hubungan China-AS juga kembali memanas.

Selain itu, China juga berpotensi akan memperketat aturan impor batubara pada paruh kedua tahun 2020 ini. Hal ini dilakukan mengingat China sudah melakukan aktivitas impor batubara yang cukup memadai sejak empat bulan pertama pada tahun 2020.

Jika hal tersebut dilakukan, permintaan batubara akan semakin berkurang mengingat China merupakan importir terbesar pada komoditas batubara. Terlebih lagi, permintaan batubara memang sudah mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19. Hal tersebut, diproyeksikan akan semakin menekan Negara-negara eksportir batubara seperti Australia, Indonesia dan Rusia. Harga batubara pun berpotensi akan mengalami kontraksi sejalan dengan ancaman terjadinya oversupply.

Lebih lanjut, Asosiasi Batubara Nasional China pun memproyeksikan permintaan batubara negeri tirai bambu tersebut akan kembali turun pada kuartal II 2020 ini menyusul penurunan permintaan batubara pada kuartal I 2020 lalu yang disebabkan karena adanya penanganan pandemi covid-19. Adanya penurunan permintaan batubara China dan gejolak perang dagang China-Australia serta kembali meningginya tensi China-AS berpotensi dapat kembali menekan harga batubara.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !