Detail Berita


Covid19 Cukup Keras Menghantam Freeport, 3 Proyek Besar Tertunda


"Penambangan PT Freeport Indonesia (PTFI)"
Sumber gambar: voaindonesia.com


Tanggal terbit: 23-05-2020

dunitambang.co.id - Selama terjadi wabah pandemi Covid19 ini, PT Freeport Indonesia terpaksa melakukan efisiensi pekerja. Terlebih setelah sebelumnya dikabarkan beberapa pekerjanya terpapar virus Corona itu. Kinerja produksi perusahaan pun mengalami gangguan dan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Akibatnya, tiga proyek yang memakan biaya sangat besar terpaksa harus mengalami penundaan.

Ketiga proyek dengan biaya besar yang mengalami penundaan itu jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Pertama adalah proyek pembangunan Semi Autogenous Mill atau mesin yang mengolah bijih tambang dengan nilai proyek mencapai 300 juta dolar Amerika. Berikutnya adalah proyek pembangkit listrik di Amamapare dan juga pabrik smelter yang lokasinya berada di Gresik, Jawa Timur.

Pihaknya pun berharap pandemi ini bisa segera berakhir. Sebab pekerjaan jadi tidak bisa dijalankan secara maksimal. Terlebih ketiga proyek itu telah menelan biaya yang sangat besar. Meski demikian Freeport tetap menjalankan operasional dengan pembatasan yang ketat, agar proses produksi bisa tetap terjaga.

Adapun divisi yang tetap harus bekerja secara optimal selama masa pembatasan itu salah satunya adalah trailer pengangkut logistik. Meskipun jumlahnya juga harus dikurangi, jika dibandingkan pada hari normal. Biasanya truk logistik yang dioperasionalkan sebanyak 100 truk. Namun saat ini hanya 20 truk.

Operasional truk logistik itu dianggap faktor yang sangat penting. Sebab truk-truk itu mengangkut makanan dan juga suku cadang yang dibutuhkan untuk operasional tambang sehari-sehari. Saat ini setidaknya masih ada 25.000 pekerja yang masih bertugas di areal tambang. Oleh karenanya, logistik mereka harus tetap dipenuhi. Sementara bengkel-bengkel yang ada di tambang juga terus membutuhkan suplai suku cadang agar produksi bisa tetap terus terjaga.

Lebih lanjut mengenai masalah pekerja yang ada di lokasi pertambangan, Freeport juga meminta mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan untuk mengambil cuti. Setidaknya sudah ada sekitar 400 an karyawan yang dipulangkan, termasuk juga para keluarga karyawan yang selama ini ikut tinggal di pemukiman sekitar tambang.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !