Detail Berita


Ekspansi Bisnis Ancora Terhambat Corona


"Gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 20-05-2020

duniatambang.co.id - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) kini tengah menggarap sejumlah ekspansi bisnis. Namun, OKAS nampaknya harus sedikit bersabar lantaran sejumlah ekspansi bisnis OKAS diproyeksikan akan mundur dari target yang sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari adanya penyebaran pandemi virus corona yang kini kian masif.

OKAS sendiri saat ini tengah menggarap sejumlah proyek seperti pembangunan pabrik booster di Kalimantan Timur yang dikelola anak usahanya yakni PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) dan proyek tambang emas melalui anak usahanya yaitu PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB). Direktur Utama OKAS Rolaw P. Samosir mengatakan bahwa pembangunan pabrik booster di Kalimantan Timur sejatinya ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2020 ini. Namun, penyelesaiannya saat ini tengah terhambat pandemi sehingga diperkirakan jadwal beroperasinya pun akan molor dari jadwal sebelumnya.

Sedangkan untuk proyek tambang emas OKAS yang dikelola melalui anak usahanya yaitu PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) sebelumnya dijadwalkan dapat beroperasi secara komersial pada semester II 2021 mendatang. Namun, adanya pandemi virus corona yang berdampak ke berbagai sektor termasuk sektor ekonomi membuat investor atau kreditur menunda keputusan untuk memberikan pendanaan kepada ILBB. Adanya penundaan pencairan dana ini membuat penyelesaian proyek tambang emas OKAS juga akan terhambat.

OKAS juga tengah merambah bisnis jasa migas melalui anak usahanya PT Bormindo Nusantara. OKAS pun memproyeksikan bisnis jasa migas ini akan cukup terdampak pandemi corona pada kuartal II tahun ini. Hingga saat ini, OKAS masih mengupayakan sejumlah strategi untuk menghadapi berbagai tantangan terkait dengan kelancaran ekspansi bisnis miliknya.

Sebagai informasi, sebelumnya OKAS menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 8,5 juta untuk kegiatan ekspansi bisnis. Hingga saat ini, pihaknya pun belum membuka opsi untuk melakukan revisi terhadap besaran belanja modal tersebut.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !