Detail Berita


Tantangan Smart mining di lapangan, Masa depan pertambangan?



Tanggal terbit: 28-05-2019

Jakarta - Perkembangan teknologi informatika khususnya IoT (Internet of Things) dapat mengubah wajah penambangan yang identik dengan kegiatan yang konvensional. Walaupun begitu kondisi lapangan penambangan dapat menciptakan tantangan tersendiri bagi konektivitas dari internet itu sendiri.

Implementasi teknologi IoT di penambangan merupakan tantangan tersendiri khususnya pada PIT Undergorund dimana koneksi internet dapat mengalami noise atau gangguan ketimbang pada ruang terbuka.

Selain gangguan di bawah tanah, kondisi topografi penambangan seperti di pegunungan dapat mengganggu koneksi untuk mengoperasikan alat – alat yang terhubung dengan pusat komando peralatan tambang.

Banyaknya tantangan yang ada, hal ini mendorong perusahan untuk mengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan komunikasi seperti Cisco dan Ericsson  untuk menyiptakan solusi dari tantangan – tantangan ini seperti pemasangan wireless network di bawah tanah.

Perusahaan seperi Rio Tinto, (Perth, Australia), Dundee Precious Metals (Chelopech, Bulgaria), Goldcorp (James Bay, Quebec) telah mengimplementasikan teknologi internet untuk jalannya kegiatan penambangan mereka.

Pengimplementasian ini memiliki dampak yang baik bagi perkembangan perusahaan. Dengan pengimplementasian ini, perusahaan dapat mempunyai rekam jejak yang lebih baik mengenai pegawai dan peralatan tambang, meningkatkan keamanan, meningkatkan pemeliharaan, dan efisiensi produksi.

Pengimplementasian teknologi IoT merupakan pengembangan bidang IT yang dapat diimplementasikan di dunia pertambangan khususnya di Indonesia. Walaupun terdapat tantangan berupa fitu – fitur geologi di Indonesia seperti pegunungan, dll, ilmplemantasian teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi penambangan di Indonesia.

(FPL)

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !