Detail Berita


Kontrak dengan Kideco Akan Habis, Ini yang Akan Dilakukan Samindo Resources


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 19-05-2020

duniatambang.co.id - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) merupakan salah satu kontraktor jasa pertambangan yang memiliki kontrak dengan PT Kideco Jaya Agung. PT Kideco Jaya Agung sendiri merupakan salah satu dari tujuh tambang generasi pertama yang saat ini tengah menanti kepastian perpanjangan Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP).

Kideco sendiri akan habis kontrak pada 13 Maret 2023 mendatang. Kepala Hubungan Investor Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir mengatakan bahwa ketika kontrak PKP2B Kideco habis maka kontrak MYOH dengan Kideco juga akan berakhir. Menanggapi fakta tersebut, MYOH tengah menyiapkan sejumlah langkah. MYOH akan mengikuti perkembangan ketika Kideco mendapatkan izin perpanjangan operasional, MYOH akan melakukan negosiasi terkait dengan perpanjangan kontrak jasa pertambangan dengan Kideco.

Selain akan melakukan negosiasi perpanjangan kontrak jasa pertambangan dengan Kideco, MYOH juga tengah gencar mencari kontrak baru. MYOH saat ini membidik kontrak di bisnis kelistrikan dan tengah menunggu pembukaan tender dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). MYOH juga akan fokus pada independent power producer (IPP) berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Sebagai tambahan informasi, sepanjang kuartal I-2020 emiten kontraktor tambang batubara MYOH membukukan pendapatan sebesar US$ 49,41 juta. Pendapatan tersebut berasal dari bisnis jasa pertambangan dengan PT Kideco Jaya Agung.

Selain itu, sepanjang kuartal I MYOH harus mengalami kontraksi pada jumlah produksi batubara dan pengupasan tanah penutup atau overburden removal. Jumlah produksi batubara MYOH harus turun sebesar 14,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau kini menjadi 2,7 juta ton. Sedangkan untuk realisasi volume pengupasan tanah penutup sebesar 10,1 juta bank cubic meter (bcm) atau secara persentase turun sebesar 21% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !