Detail Berita


Sisi Lain Freeport yang Jarang Terekspos


"Penambangan PT Freeport Indonesia (PTFI)"
Sumber gambar: economy.okezone.com


Tanggal terbit: 19-05-2020

duniatambang.co.id - Selama ini Freeport memiliki citra yang buruk di mata masyarakat Indonesia. Selama puluhan tahun mengeruk keuntungan dari hasil sumber daya alam Indonesia namun, kondisi masyarakat Papua dianggap tidak sebanding dengan keuntungan yang sudah didapatkan. Belum lagi, proses masuknya Freeport untuk menambang di Papua juga memiliki catatan kelam sendiri. Apakah benar sedemikian buruk perilaku Freeport kepada Indonesia, khususnya masyarakat Papua?

Ternyata predikat buruk yang melekat pada tubuh Freeport tidak selamanya benar. Karena jika melihat secara langsung, sumbangsih Freeport kepada Indonesia dan masyarakat sekitar tambang ternyata sangat besar. Jauh dari kesan buruk yang selama ini didengung-dengungkan di berbagai pemberitaan dan omongan.

Freeport berusaha memenuhi target dan juga aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang menyangkut berbagai hal dalam operasional perusahaan sehari-hari. Freeport yang dikenal sebagai “penjajah” karena merupakan perusahaan asing, ternyata banyak memperkerjakan putra-putra daerah untuk mengelola tambang emas dan tembaga terbesar di dunia itu.

Bahkan, putra daerah yang dipekerjakan di Freeport jumlahnya mencapai 99 persen dari total karyawan milik Freeport. Hanya 1 persen yang menggunakan tenaga asing. Jumlah ini malah lebih besar dari perusahaan-perusahaan lain yang dimiliki BUMN. Jadi jika anda kesana, mayoritas yang berlalu-lalang di lokasi tambang adalah masyarakat Papua dan sebagian lainnya warga dari pulau lain seperti, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Hal yang spesial mengenai para pekerja di Freeport adalah para pengemudi kendaraan Haul Truk raksasa itu adalah para wanita Papua. Termasuk juga mereka yang bekerja mengemudikan truk tambang bawah tanah secara jarak jauh, juga didominasi oleh pekerja perempuan.

Satu lagi yang tidak terekspos oleh pemberitaan selama ini adalah sumbangsih Freeport kepada masyarakat sekitar tambang. Tidak hanya mempekerjakan 99 persen putra daerah, Freeport rupanya telah menggelontorkan dana lebih dari 9,1 triliun sejak tahun 1996, dan jumlahnya pun terus bertambah hingga sekarang.

Dana sebesar itu diberikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sekitar tambang. Hal ini bisa dibuktikan dengan pembangunan yang sangat masif di wilayah kota Kuala Namu. Bahkan pembangunan kota Kuala Namun dengan bantuan Freeport itu menjadi percontohan kota Papua yang bebas penyakit Malaria.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur, Freeport telah membangun sejumlah jalan raya dan juga bandara. Awalnya pembangunan bandara itu dikhususkan untuk para pekerja tambang, namun kini sudah dioperasikan untuk umum. Sport Complex senilai Rp 400 miliar dan juga fasilitas sekolah serta kesehatan juga menjadi bukti sumbangsih Freeport terhadap masyarakat Papua. Salah satu pembangunan fasilitas yang kemudian tercatat dalam Museum Rekor Indonesia adalah tempat ibadah. Freeport membangun sebuah masjid dan juga gereja yang berdampingan, yang berada di tambang bawah tanah mereka.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !