Detail Berita


Lima Perusahaan Jagoan Ekspor Batubara Nasional


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 19-05-2020

duniatambang.co.id - Indonesia masuk dalam 10 besar negara eksportir emas hitam tertinggi dunia. Berdasarkan laporan ekspor komoditas batubara, Indonesia berada di peringkat kelima, setelah Australia. Sementara posisi puncak ditempati oleh China dan disusul oleh Amerika di peringkat kedua.

Indonesia sendiri untuk tahun 2019 berhasil memproduksi batubara sebanyak 610 juta ton. Jumlah ini melebihi target yang dicanangkan sebelumnya yang hanya sebanyak 489 juta ton. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan jumlah produksi batubara nasional berada pada angka 550 juta ton pada 2020. Namun sayangnya, kemungkinan besar target ini akan susah untuk dicapai. Pasalnya saat ini kinerja sejumlah perusahaan batubara sedang dihantam wabah pandemi Covid19.

Suksesnya target produksi batubara tahun 2019, tidak lepas dari peran sejumlah perusahaan batubara, yang konsisten dalam peningkatan kinerja dan mutu hasil produksinya. Sehingga Indonesia juga mengalami peningkatan peringkat yang cukup signifikan sebagai eksportir batubara dunia. Melesat melampaui Rusia dan bersaing dengan Australia.

Berikut ini daftar perusahaan batubara Indonesia yang menjadi jagoan ekspor komoditas emas hitam tersebut.

PT Kaltim Prima Coal

Kaltim Prima Coal saat ini menjadi perusahaan batubara terbesar di Indonesia yang menjalankan kegiatan operasional tambang emas hitam di daerah Sangatta, Kalimantan Timur. Dengan luas area tambang batubara mencapai lebih dari 90.938 hektar, dan kegiatan operasionalnya dijalankan oleh lebih dari 25.000 karyawan, tak heran jika angka produksinya mencapai lebih dari 50 juta ton setiap tahunnya. Tentu angka tersebut terus mengalami peningkatan produksi.

Untuk mempermudah proses distribusi dan meningkatkan kemampuan ekspornya, Kaltim Prima Coal bahkan telah membangun pelabuhan terpadu sendiri. Sejumlah negara tujuan ekspor Kaltim Prima Coal yakni, Jepang, India dan juga Cina.

PT Adaro Energy

Sepanjang tahun 2019 lalu, jumlah produksi batubara PT Adaro Energy mencapai angka 58,03 juta ton. Jumlah ini diketahui mengalami peningkatan sebesar 7 persen jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Total produksi itu berasal dari sejumlah anak usaha mereka yakni Adaro Indonesia, Balangan Coal Companies dan juga Adaro Met Coal Companies.

Sementara untuk jumlah penjualan batubara perusahaan pada 2019, mencapai angka 59,18 juta ton, naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 42 persen tujuan ekspor itu yakni meliputi sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina dan Malaysia.

PT Kideco Jaya Agung

Merupakan anak usaha dari Indika Energy yang memulai kegiatan penambangan sejak tahun 1982. Awalnya Kideco berfokus pada penambangan pasir. Namun mulai tahun 1993, Kideco Jaya Agung mulai memproduksi batubara. Pada tahun tersebut jumlah produksi yang berhasil ditorehkan yakni sebesar 3 juta ton.

Dengan penerapan teknologi dan infrastruktur yang terus diperbarui, Kideco Jaya Agung segera menjelma menjadi salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia. Setiap tahunnya, perusahaan bisa memproduksi batubara lebih dari 50 juta ton.

PT Berau Coal

Ditunjang dengan luas areal tambang batubara yang mencapai 118.450 hektar yang berada di wilayah Binungan dan Sambarata di Kalimantan Timur, Berau Coal menjadi salah satu perusahaan batubara dengan produksi terbesar nasional. Berau Coal memulai usaha pertambangan sejak tahun 1983 dan kontraknya baru akan habis pada tahun 2025 mendatang.

Dari catatan Kementerian ESDM, setiap tahunnya PT Berau Coal bisa memproduksi batubara rata-rata sekitar lebih dari 20 juta ton dan jumlah ekspornya mencapai lebih dari 20 juta ton. Cadangan batubara-nya mencapai 509 juta ton dan saat ini mengekspor komoditas batubara ke sejumlah negara seperti Cina, Hongkong, India dan juga Jepang.

PT Arutmin Indonesia

Berdasarkan laporan produksi perusahaan, pada 2019 PT Arutmin Indonesia berhasil memproduksi batubara sebanyak 27 juta ton. Jumlah sebanyak itu dihasilkan oleh tambang batubara mereka yang memiliki luas 57.000 hektare.

Arutmin Indonesia kegiatan operasionalnya berada di bawah Bumi Resources, bersamaan dengan Kaltim Prima Coal. Sementara untuk negara tujuan ekspor batubara Arutmin sebagian besar dikirimkan ke India, Cina, Jepang dan Filipina.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !