Detail Berita


Kompak, Perusahaan Tambang Rame-Rame Terbitkan Obligasi


"Ilustrasi Surat Obligasi"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 18-05-2020

duniatambang.co.id - Demi menjaga operasional dan kinerja, sejumlah perusahaan tambang akhirnya menerbitkan obligasi sebagai solusinya. Tercatat ada beberapa perusahaan yang telah menerbitkan surat utang, dan hasilnya pun tidak mengecewakan. Berikut ini beberapa perusahaan tambang tersebut.

Inalum

Inalum sebagai Holding BUMN di sektor pertambangan merilis obligasi dengan nilai mencapai 2,5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 37,5 triliun. Pihaknya mengklaim bahwa jumlah tersebut adalah yang terbesar yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan tambang. Nantinya, dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi itu, akan digunakan untuk refinancing utang perusahaan dan juga sejumlah aksi korporasi yang sudah direncanakan.

Lebih detail, Inalum menjelaskan mengenai rincian penggunaan dana hasil penerbitan obligasi. Sebanyak 1 milyar dolar Amerika akan digunakan refinancing utang yang statusnya sudah mendekati jatuh tempo. Termasuk juga untuk membayarkan pinjaman yang dimiliki oleh anak usaha yang tergabung dalam holding MIND ID.

Sementara itu sebanyak 1,5 miliar dolar Amerika sisanya akan dipakai dalam kegiatan akuisisi sejumlah saham milik perusahaan tambang lain. Salah satu yang diincar adalah saham milik Freeport.

Penerbitan obligasi tersebut diyakini bakal mendulang kesuksesan. Sebab permintaan terhadap obligasi tersebut jumlahnya mencapai 6,4 kali lipat dari penawaran awal. Begitu juga dengan profil para investor yang memiliki background berkualitas, yang berasal dari para fund managers.

J Resources

PT J Resources Asia Pasifik Tbk juga menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp 300 miliar dan juga kupon sebesar 10,25 persen. Nantinya dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk modal kerja perusahaan dan juga anak-anak usahanya.

Pihaknya menjelaskan, jika dana sebesar Rp 150 miliar itu akan dijaminkan dengan full commitment dan tenor selama tiga tahun serta bunga flat sebesar 10,25 persen per tahun. Untuk pembayaran bunganya sendiri, akan dilakukan dengan periode 3 bulan sekali, di mana pembayaran pertama pada Agustus 2020 dan terakhir pada 6 Mei 2023. Sementara sisa Rp 150 miliar akan dibayarkan dengan jaminan kesanggupan terbaik.

Lebih lanjut, syarat untuk pemesanan pembelian obligasi adalah minimal Rp 5 juta dan berlaku kelipatannya. Masa penawaran dilakukan pada 29-30 April lalu dan tercatat di BEI pada tanggal 8 Mei 2020. Pefindo sebagai lembaga pemeringkat surat utang memberikan peringkat single A untuk obligasi J Resources ini.

Bukit Makmur Mandiri Utama

Anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk yang bergerak pada usaha pertambangan yakni, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) juga menerbitkan surat utang bunga tetap dengan tanpa jaminan senilai Rp 10,5 triliun. Pihaknya menawarkan obligasi itu dengan bunga sebesar 10 persen per tahun.

 

Hasil dari penerbitan obligasi itu akan digunakan oleh perusahaan untuk membayar kewajiban yang dimiliki perusahaan. Tentunya setelah dipotong oleh sejumlah biaya yang dilakukan untuk penerbitan obligasi itu. Penerbitan obligasi tersebut dilakukan di luar negeri yang kemudian akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited di bursa efek Singapura.

Namun, rencana penerbitan obligasi ini mengalami penundaan akibat dari adanya wabah pandemi. Para pemegang saham belum memberikan restu untuk penerbitan obligasi ini. Sebab saat ini sedang dalam masa PSBB, dan perusahaan lebih mematuhi kebijakan pemerintah tersebut.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !