Detail Berita


Revisi UU Minerba Disahkan, Saham Tambang Belum Meroket Tajam


"Ilustrasi pergerakan saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-05-2020

­­duniatambang.co.id – Revisi UU Minerba telah disahkan pada Senin (11/05) lalu oleh Komisi VII DPR RI dan Kementerian terkait. Meski telah membawa angin segar kepada pengusaha batubara, namun revisi ini belum cukup mampu mendongkrak saham pertambangan melambung tinggi.

Usai pengesahan RUU Minerba, pada 12 Mei 2020, saham sejumlah emiten justru merah. Saham PT Indika Energy Tbk turun 3,97% di level Rp 725 per saham dan saham PT Bukit Asam Tbk turun 4,27%.

Jika dibandingkan dengan semua sektor yang tergabung dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sektor pertambangan masih menunjukkan prestasi pada Kamis (14/05) naik tipis 0,41%. Hampir semua sektor yang tergabung IIHSG melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (14/05).

Pergerakan saham tambang yang masih belum meroket tinggi ini masih dikalahkan oleh sentimen negatif covid-19 yang masih belum stabil.

Saham tambang yang sulit untuk meroket tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap rencana pencabutan kebijakan karantina wilayah atau lockdown.

Sementara itu, menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra P. G. Talattov, investor domestik terbatas untuk meningkatkan transaksi pembelian saham akibat pelemahan ekonomi dan risiko utang emiten yang jatuh tempo menjelang habis kontrak.

Setelah pengesahan revisi UU Minerba, pengusaha dapat bernafas lega lantaran pemerintah memberikan jaminan perpanjangan kontrak PKP2B Menjadi IUPK. Pengusaha tambang dapat memperpanjang masa IUP operasi dan produksi dua kali masing-masing 10 tahun tanpa lelang dan tanpa ada pengurangan luas wilayah.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor  : Ocky PR.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !