Detail Berita


Tak Peduli Wabah, ITMG Akan Genjot Produksi Dan Perluas Pasar Ekspor


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 13-05-2020

duniatambang.co.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk menjelaskan pihaknya akan semakin menggenjot produksi batubara mereka, meski harga acuannya terus tergerus akibat wabah pandemi. Meskipun jumlah targetnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan akan terus berupaya semaksimal mungkin kinerja produksinya tidak terganggu. Seperti yang diketahui, target produksi pada tahun lalu mencapai angka 23,4 juta ton. Sementara tahun ini targetnya sedikit menurun, jadi 20,1 juta ton.

Perusahaan berusaha menjaga dan meningkatkan kinerja produksi dengan harapan pada kuartal ketiga, permintaan pasar akan batubara kembali meningkat, seiring membaiknya kondisi negara pengimpor dari pandemi. Harapan ini bukan tanpa alasan, sebab perusahaan sudah melihat mulai adanya geliat pada perusahaan-perusahaan Cina yang membutuhkan pasokan batubara yang kini mulai kembali beroperasi.

Meski demikian pihaknya tidak berharap permintaan dari negara pengimpor itu bisa langsung meningkat, sebab mereka juga masih memiliki stok yang berlebih. Menurut pihaknya, akan lebih realistis jika harapan peningkatan permintaan itu terjadi pada kuartal ketiga. Namun dengan catatan, pasar sudah bersiap jika ada kemungkinan wabah pandemi gelombang kedua yang akan terjadi.

Tak hanya menggenjot kegiatan produksi, Indo Tambangraya Megah juga memiliki target untuk memperluas pasar ekspor mereka di kawasan Asia. Peningkatan pasar ekspor itu nantinya akan lebih menyasar Cina, yang terlihat mulai kembali meningkatkan kegiatan operasionalnya. Perusahaan juga memiliki rencana untuk meningkatkan penjualan ke sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, India dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Jika melihat laporan pada tahun lalu, Cina memang menjadi negara terbesar untuk ekspor perusahaan. Jumlah volume penjualan yang berhasil dicatatkan mencapai angka 7,3 juta ton. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 49,98 persen dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar 4,9 juta ton.

Akan tetapi perusahaan masih belum memberikan gambaran akan rencana penjualan untuk tahun ini. Pihaknya akan lebih fokus dalam menjaga produksi dengan menggenjot operasional kerja. Sebab, untuk masalah penjualan dirasa masih belum realistis karena saat ini harga batubara masih belum menunjukkan tren yang positif.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !