Detail Berita


Lockdown di Sejumlah Negara Mulai Longgar, Harga Tembaga dan Batubara Ikut Terdongrak?


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 13-05-2020

duniatambang.co.id - Ancaman penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 memang menjadi masalah dunia. Sejumlah Negara memberlakukan berbagai kebijakan dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19 tersebut.

Salah satu kebijakan yang cukup banyak diambil adalah kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Kebijakan lockdown ini membuat roda perekonomian ikut terhenti sementara sehingga permintaan terhadap berbagai komoditas tambang pun menurun dan berimbas pada turunnya harga komoditas.

Kabar cukup baik ketika penyebaran covid-19 mulai berangsur menurun di sejumlah Negara yang menyebabkan sejumlah Negara melonggarkan kebijakan lockdown dan kembali membuka roda perekonomian. Hal tersebut ternyata menjadi angin segar bagi sejumlah komoditas tambang yaitu tembaga dan batubara.

Harga tembaga berjangka mencapai rekor tertinggi dalam delapan minggu di awal pekan ini. Melansir data dari Reuters pada Senin (11/5), harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat secara persentase sebesar 1,8% menjadi US$ 5.370 per ton. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak 16 Maret. Begitu pula pada kontrak tembaga di Shanghai Futures Exchange (ShFE) naik 1% menjadi 43.750 yuan atau setara US$ 6.179,20 per ton.

Kendati demikian, sejumlah analis cenderung memproyeksikan harga tembaga akan kembali tertekan selama sisa tahun 2020 ini. Hal ini lantaran, IMF memproyeksikan adanya revisi proyeksi ekonomi global dan bayangan adanya perlambatan ekonomi. Bahkan, Fitch Solutions melihat adanya potensi surplus tembaga hingga 344.000 ton secara global tahun ini.

Disisi lain, Komoditas batubara merupakan salah satu komoditas yang terdampak cukup signifikan dari adanya pandemi. Mengutip Bloomberg, pergerakan harga batubara di ICE Futures sepanjang 2020 tercatat koreksi sebanyak 24,6% ke level US$ 52,90 per ton pada perdagangan Senin (11/5).

Kendati demikian, sejumlah analis cenderung melihat adanya potensi kenaikan harga batubara sebagai buntut pelonggaran kebijakan lockdown di sejumlah Negara. Terutama mulai pulihnya China sebagai salah satu importir terbesar batubara. Namun, pergerakan harga batubara diprediksi tidak begitu signifikan untuk jangka menengah yaitu berada di kisaran US$ 50 per ton hingga US$ 70 per ton.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !