Detail Berita


Ekspor Diperkirakan Turun, IMI Berharap Bulan Depan Harga Batubara Bisa Pulih


"Coal Getting"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-05-2020

duniatambang.co.id - Asosiasi Pertambangan Batubara di Indonesia (APBI) memperkirakan pada kuartal II tahun ini, jumlah ekspor Batubara akan mengalami penurunan yang cukup tajam. Sebab jika melihat sejumlah indeks yang membentuk Harga Batubara Acuan semuanya menunjukkan pada tren yang negatif. Pihaknya tidak memungkiri jika penurunan ini merupakan dampak dari wabah pandemi yang sedang berlangsung.

Baca juga: Masih Dihujami Sentimen Negatif, Harga Batubara Acuan Mei Anjlok Lagi

Penyebab utama dari terus turunnya harga batubara pada kuartal II, Mei sampai Juni mendatang adalah karena pasar masih mengalami oversupply. Seperti yang sudah diketahui, Cina yang baru bangkit dari pandemi mulai kembali melakukan kegiatan produksi. Namun stok batubara mereka masih berlebih sehingga minat mereka untuk melakukan impor masih sangat minim. Sementara kondisi India yang masih mengalami lockdown, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi impor dan memaksimalkan pasokan batubara mereka yang masih ada.

Kondisi ini pun membuat pengusaha batubara di Indonesia merasa serba sulit. Sebab mereka yang sudah terikat kontrak, tetap harus menjaga produksi mereka agar tetap memenuhi target yang sudah ditetapkan pada kontrak. Disisi lain, mereka juga harus menaati sejumlah kebijakan dan protokol terkait Covid-19, yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Khususnya dalam mengatur cash flow dengan menerapkan efisiensi agar pengeluaran bisa ditekan di tengah jatuhnya harga batubara.

Sementara itu di lain pihak, Indonesian Mining Institute (IMI) mengatakan untuk bulan Mei memang terjadi penurunan harga batubara yang cukup tajam. Namun pihaknya masih berharap pada bulan depan harga itu bisa kembali pulih. Mereka melihat dari kondisi pandemi yang mulai berangsur membaik, sehingga memberikan mereka harapan akan meningkatnya harga batubara tersebut.

Jika melihat pada kondisi ekspor di kuartal pertama tahun ini, jumlahnya masih normal dan tidak mengalami kendala yang serius. Namun pihaknya cukup was-was jika melihat apa yang akan terjadi di kuartal kedua. IMI menjelaskan, ada dua penyebab menurunnya kinerja pada sektor tambang, khususnya batubara. Dua faktor tersebut yakni kegagalan dalam pengeluaran kebijakan serta kegagalan pasar dalam mengantisipasi dampak negatif dari pandemi.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !