Detail Berita


Pasar Batubara Tertekan, ABM Investama Tetap Fokus Bidik Diversifikasi Pasar dan Incar Kontrak Baru


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-05-2020

duniatambang.co.id - Pasar batubara memang masih belum bergairah. Harga batubara pun terus menunjukkan tren penurunan. Bahkan, sejumlah analis cenderung memproyeksikan komoditas batubara akan semakin tertekan pada kuartal II 2020 ini.

Menyikapi hal tersebut, PT ABM Investama Tbk (ABMM) sebagai salah satu emiten yang bergerak dalam bisnis batubara menyiapkan sejumlah starategi agar dapat mempertahankan kinerjanya ditengah berbagai ancaman yang membuat pasar batubara loyoh.

Ditengah kurang bergairahnya pasar, ABMM tetap akan fokus membidik diversifikasi pasar dan mencari sejumlah kontrak jasa pertambangan yang baru. Direktur ABM Investama Adrian Erlangga mengatakan bahwa pihaknya tidak menapik ditengah ancaman pandemi virus corona yang terjadi di berbagai Negara serta adanya bayangan perlambatan ekonomi global membuat permintaan batubara menjadi berkurang, hal ini juga berdampak pada pergerakan harga batubara. Bagaimana tidak, pergerakan harga batubara juga dipengaruhi oleh supply dan demand

Selain itu, ABMM juga tidak menapik jika selama pandemi virus corona ini jalur distribusi kegiatan ekspor batubara ke sejumlah Negara sedikit terganggu. Sebagai informasi, market ekspor ABMM di dominasi oleh India dan China yang secara persentase mengambil porsi sebesar 80%.

Kedua Negara tersebut merupakan Negara yang juga terdampak pandemi dan keduanya mengambil kebijakan lockdown.  Hal ini membuat permintaan batubara kedua Negara tersebut sempat mengalami kontraksi.

Menyikapi fakta tersebut, ABMM membidik diversifikasi pasar agar kinerja perusahaan tidak terkontraksi. ABMM membidik kenaikan volume ekspor ke Vietnam dan Thailand. ABMM optimis kedua Negara tersebut berpeluang mengalami kenaikan volume permintaan batubara.

Sebagai tambahan informasi,  Pada kuartal I 2020 lalu, realisasi produksi batubara dan volume pemindahan tanah penutup ABMM secara berturut-turut sudah mencapai 22,7% dan 20% dari total target. Selain fokus mengoptimalkan produksi dan gencar membidik pasar, ABMM juga akan fokus mencari kontrak jasa pertambangan baru.

Sebagai tambahan informasi, saat ini ABMM bersama anak usahanya sudah mendapatkan kontrak jasa pertambangan di sejumlah perusahaan seperti PT Kuansing Inti Makmur, PT Karya Cemerlang Persada, PT Bungo Bara Utama dan PT Bungo Bara Makmur (Group KIM) yang merupakan anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS). ABMM melalui anak usahanya juga pada akhir tahun lalu resmi mengantongi kontrak baru di PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua.

Kini meski ditengah ancaman pandemi, ABMM tetap gencar mencari kontrak baru. ABMM sendiri menargetkan dapat mendapatkan minimal satu kontrak baru. ABMM juga mengatakan bahwa akan fokus mencari kontrak life of mine atau sepanjang umur tambang. Pihaknya pun tengah melakukan pembahasan intensif mengingat kemungkinan besar penandatanganan kontrak akan terhambat pandemi. Kendati demikian, pihaknya tetap optimis dan berharap pandemi ini segera tertangani.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !