Detail Berita


Perusahaan Cina Garap Tambang Batubara di Kota Baru Seluas 5.728 Hektare


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-05-2020

duniatambang.co.id - Perusahaan asal China dikabarkan bakal segera menggarap areal tambang batubara yang ada di wilayah Kota Baru, Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut diketahui bernama PT Qinfa Mining Industry. Bahkan, sang presiden direktur perusahaan telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kota Baru untuk membahas masalah izin pertambangan. Pertemuan tersebut telah digelar pada hari Rabu kemarin.

Pihak perusahaan menyebutkan, nantinya akan menggarap areal tambang batubara seluas 5.728 hektare. Lokasi tepatnya berada di daerah Pamukan, Kelumpang Selatan, dan Kelumpang Barat. Nantinya kegiatan penambangan akan disebar dalam 5 titik. Setiap titik nantinya ditargetkan bisa menghasilkan 10 juta ton batubara per tahunnya.

Lebih lanjut perusahaan menginformasikan bahwa saat ini progres sudah memasuki tahap pengeboran. Ditargetkan pada 10 bulan ke depan, tambang tersebut sudah bisa mulai kegiatan produksinya. Untuk hasil produksi nantinya akan dijual ke pasar ekspor dan namun untuk tahap awal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia terlebih dahulu.

Sementara itu di lain pihak, Pemerintah Kota Baru mengatakan dalam rapat yang sudah dilakukan, perusahaan mengutarakan maksudnya untuk mendapatkan izin menambang batubara di wilayah tersebut dengan metode underground, bukan open pit. Untuk teknisnya, perusahaan menyebutkan akan membuat sejumlah terowongan dalam kegiatan operasionalnya. Pembuatan terowongan itu dilakukan seperti penambangan zaman Belanda dahulu, yang juga pernah dilakukan di wilayah Kota Baru.

Sejauh ini, Pemda memberikan sejumlah masukan kepada perusahaan, khususnya untuk masalah tata ruang. Pihaknya mendukung penambangan underground tersebut, agar tidak mengganggu kegiatan yang ada di sekitar tambang, seperti adanya lahan perkebunan yang ada di permukaan.

Pihaknya juga menyampaikan untuk masalah izin saat ini bukan lagi kewenangan Pemda untuk mengeluarkannya. Sebab saat ini masalah kewenangan izin berada di tangan Pemerintah Provinsi. Pemda juga meminta kepada perusahaan untuk memperhatikan masyarakat lokal dengan mengharapkan komitmen perusahaan mengalokasikan 50 persen kuota tenaga kerja kepada masyarakat lokal.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   :  Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !