Detail Berita


Ambisi Trump Kuasai Penambangan di Bulan


"Ilustrasi ruang angkasa"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-05-2020

duniatambang.co.id - Ambisi Presiden Amerika Serikat tentang penambangan di Bulan cukup serius. Belakangan diketahui Trump tengah menggodok sebuah regulasi untuk mewujudkan ambisinya itu. Regulasi tersebut diberi nama Artemis Accords. Hal ini menjadi salah satu langkah dari Trump untuk membuat persekutuan baru, seiring dengan rencana NASA untuk menempatkan koloni di Bulan dalam waktu 10 tahun ke depan.

Rencana penambangan sumber daya alam yang ada di Bulan juga dianggap sebagai ambisi Trump untuk semakin menancapkan pengaruh Amerika Serikat hingga ke ruang angkasa. Rencana kolonisasi dan penambangan di Bulan ini hanya sekedar langkah awal. Sebab target utama dari Amerika Serikat adalah menguasai Mars.

Bentuk Satuan Khusus Eksplorasi Bulan

Beberapa waktu lalu bahkan Trump sudah membentuk satuan militer khusus yang berada di bawah kontrol Angkatan Udara AS yang diberi nama US Space Force. Nantinya pasukan khusus ini tidak hanya berisi pasukan militer tetapi juga sejumlah ilmuwan. Pasukan khusus itu nantinya akan terlibat secara langsung dalam pelaksanaan misi-misi eksplorasi, penambangan dan keamanan di ruang angkasa, khususnya Bulan.

Lebih dalam untuk masalah penambangan, pasukan khusus dan project Artemis Accords itu memiliki sejumlah tanggung jawab penting. Hal tersebut mulai dari masalah keamanan areal tambang di Bulan, mekanisme mengenai proses penambangan hingga mengatur masalah kepemilikan hasil tambang. Regulasi penambangan tersebut dibuat untuk menghindari adanya konflik terkait penambangan, jika nantinya ada beberapa perusahaan dari berbagai negara yang melakukan kegiatan penambangan di Bulan.

Negara Yang Diprioritaskan Kerjasama Penambangan Bulan

Dalam beberapa waktu ke depan, pihak pemerintah Amerika akan memprioritaskan melakukan lobi terkait Artemis Accords ini dengan sejumlah negara sekutu mereka terlebih dahulu. Negara yang diprioritaskan Trump itu antara lain, Jepang, Kanada, Uni Emirat Arab dan beberapa negara di Eropa. Negara-negara itu mendapatkan prioritas karena selama ini dianggap memiliki pandangan yang sama terkait penambangan di ruang angkasa.

Sayangnya, Rusia yang selama ini lebih sering mengerjakan project ruang angkasa bersama NASA justru tidak masuk dalam daftar negara prioritas itu. Trump menyebut, alasan tidak dimasukkannya Rusia karena masih dianggap sebagai ancaman terhadap project penambangan ruang angkasa. Apalagi keduanya masih mengalami perang dingin, tentang siapa yang lebih pertama kali sampai di Bulan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !