Detail Berita


Pentingnya Manajemen Risiko dalam Operasional Tambang


"Underground Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-05-2020

duniatambang.co.id - Industri pertambangan menjadi sektor industri yang selalu penuh tantangan dan memiliki risiko baik dalam hal operasional maupun manajerial. Industri pertambangan diharuskan menaati peraturan pemerintah yang terus mengalami perubahan dan semakin ketat.

Selain itu, industri pertambangan juga harus pintar beradaptasi karena operasionalnya sangat tergantung pada teknologi yang juga terus berkembang dalam tempo yang cukup cepat. Belum lagi mengenai masalah jumlah ketersediaan bahan baku yang juga tidak konsisten, termasuk harga jual komoditas yang fluktuatif.

Hanya perusahaan yang memiliki manajerial yang baik yang bisa terus berjalan seiring dengan perubahan-perubahan tersebut. Oleh karena itu, agar bisa tetap bertahan dan berdaya saing, perusahaan tambang harus memiliki manajemen risiko yang efektif dan efisien. Terkhusus untuk industri tambang, manajemen risiko itu meliputi pengeluaran kebijakan yang efektif untuk mengatasi masalah yang muncul, hingga penanggulangan bahaya di areal tambang.

Berikut sejumlah faktor-faktor risiko yang kerap terjadi dalam operasional tambang.

Terjadi Ledakan

Dalam operasional di areal tambang, penggunaan bahan peledak adalah hal yang umum dilakukan saat melakukan ekskavasi sumber daya yang berada di dalam tanah. Dalam proses peledakan sangat rentan menimbulkan kecelakaan kerja. Harus ada SOP yang baik sehingga saat dilakukan peledakan, bisa meminimalkan atau bahkan menghilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Dampak ledakan secara langsung bisa melukai pekerja yang sedang melaksanakan tugas. Sementara beberapa dampak tidak langsung misalnya ledakan memunculkan asap hitam pekat. Dalam jangka panjang, asap yang terhirup itu bisa membahayakan kesehatan. Kemudian juga ledakan yang tidak terukur, bisa membuat bangunan di sekitar area ledakan ikut mengalami kerusakan. Termasuk juga, suara dan getaran ledakan yang bisa mengganggu warga sekitar tambang, jika lokasi sangat dekat dengan pemukiman warga.

Tanah Longsor

Tanah longsor menjadi risiko dari bencana alam yang tidak bisa diprediksi. Longsor di areal pertambangan biasanya terjadi akibat tidak adanya infrastruktur terowongan yang baik, kondisi tanah yang labil dan mudah terjadi pergeseran, peledakan yang tidak terukur, hingga dipicu oleh adanya gempa bumi.

Manajemen risiko yang baik untuk mengantisipasi atau meminimalkan kemungkinan tanah longsor ini adalah dengan membangun infrastruktur yang layak. Kemudian juga bisa dengan membangun tempat untuk proses evakuasi atau shelter saat terjadi longsor. Selain itu yang tidak kalah penting adalah mengedukasi para pekerja mengenai langkah-langkah tepat yang harus dilakukan saat terjadi longsor.

Kebakaran

Musibah kebakaran ini kerap juga terjadi ketika proses penambangan berlangsung. Sebab, tanah memiliki kandungan gas mudah terbakar yang tersimpan di dalamnya. Ketika dilakukan penambangan, dan gas tersebut terakumulasi, pemicu sekecil apapun bisa membuat terjadinya ledakan dan kebakaran.

Seringkali kejadian ini diakibatkan oleh kelalaian para pekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan ketaatan dari pekerja untuk mengikuti SOP mengenai keamanan dan keselamatan kerja. Selain itu diperlukan pemahaman bahwa keselamatan diri itu ada di atas segalanya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !