Detail Berita


Langkah Penanganan Freeport Setelah 51 Karyawannya Positif Covid-19


"Ilustrasi Rapid Test"
Sumber gambar: langgam.id


Tanggal terbit: 07-05-2020

duniatambang.co.id - Sebanyak 51 karyawan PT Freeport Indonesia diketahui telah terpapar virus Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika Sabtu (05/05) kemarin. Dari 51 orang itu, dijelaskan ada sembilan orang yang sedang menjalani perawatan di RS Tembagapura, sementara lainnya melakukan isolasi mandiri. Pihak Freeport pun telah menyediakan tempat khusus untuk dijadikan sebagai ruang isolasi bagi karyawannya yang positif terkena Covid-19, maupun mereka yang statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Karyawan yang diketahui telah positif dan yang melakukan isolasi mandiri itu merupakan karyawan dari Freeport dan juga karyawan subkontraktor. Meski demikian, perusahaan menjelaskan jika operasional masih berjalan normal, dan kasus ini tidak begitu berdampak pada kinerja di lapangan. Namun pengawasan semakin ditingkatkan untuk lebih menekan penyebaran serta dampak yang kemungkinan bisa ditimbulkan.

Freeport telah mengambil sejumlah langkah sesuai dengan protokol penanganan dan antisipasi wabah Covid-19 di lingkungan kerjanya. Kebijakan pertama yang dilakukan oleh Freeport yakni memberikan pembatasan secara ketat hingga larangan bagi para karyawan untuk keluar ataupun masuk ke negara yang beresiko tinggi, tidak terkecuali untuk kepentingan bisnis perusahaan.

Selanjutnya, Freeport juga mewajibkan dilakukan tes suhu tubuh kepada seluruh karyawan yang baru tiba di bandara atau terminal yang akan memasuki areal pertambangan. Jika diketahui ada karyawan yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, maka akan dilakukan tindakan medis.

Kemudian perusahaan juga menerapkan pembatasan aktivitas seperti physical distancing dengan menutup sejumlah fasilitas yang biasa digunakan tempat berkerumun seperti tempat ibadah, kendaraan umum dan sekolah. Namun untuk tempat pemenuhan kebutuhan pokok seperti kantin, diberlakukan pembatasan jarak, seperti mengatur jarak antrean karyawan yang hendak makan.

Selain itu juga meningkatkan kegiatan kebersihan seperti penyemprotan disinfektan di beberapa tempat dan mengedukasi karyawan tentang tata cara kebersihan diri agar terhindar dari penyebaran virus. Freeport kini juga mengadakan kegiatan deteksi awal dengan menggelar rapid test dan sejumlah prosedur skrining.

Dengan memberlakukan sejumlah kebijakan dan pembatasan tersebut, perusahaan tidak lupa untuk meningkatkan penyediaan akomodasi terhadap karyawan yang benar-benar membutuhkan penanganan atau tindakan medis khusus.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !