Detail Berita


Kontribusi Kawasan IWIP Terhadap Masyarakat Lokal Dan Ekonomi Nasional


"Kawasan IWIP di Halmahera"
Sumber gambar: asiatoday.id


Tanggal terbit: 06-05-2020

duniatambang.co.id - Sekelompok massa yang belakangan diketahui berasal dari kelompok Forum Perjuangan Buruh Halmahera Tengah (FPBH) menggeruduk kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), hari Jumat (1 Mei) kemarin. Mereka kemudian melakukan perusakan dan berujung pada pembakaran sejumlah fasilitas yang ada di areal kerja seperti, pos, warung, kendaraan hingga fasilitas smelter.

Pada awalnya massa hanya melakukan orasi sebagai bagian dari aksi May Day mereka. Namun diduga ada yang melakukan provokasi, aksi pun berubah menjadi perusakan. Polisi menyebut ada 11 orang yang diduga menjadi provokator telah diamankan. Sebenarnya aksi tersebut merupakan aksi ilegal yang tidak mendapat izin dari aparat. Memang di kawasan itu sejatinya akan dilakukan aksi oleh serikat pekerja yang benar-benar memiliki izin dengan menggelar serangkaian doa bersama.

Jika melihat keberadaan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park itu, sebenarnya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebutuhan masyarakat lokal dan industri nasional. Sementara untuk target jangka panjang ke depan, diharapkan kawasan industri IWIP ini bisa memberikan dampak langsung kepada perekonomian lokal, seperti membuka lapangan kerja yang luas agar bisa menyerap pekerja lokal, membantu meningkatkan pendapatan daerah serta memberikan dampak positif pada upaya pengembangan industri nasional di wilayah timur.

Kawasan tersebut menjadi kawasan industri terpadu pertama dalam skala internasional, karena menjadi tempat pertama yang melaksanakan mulai dari pengolahan sumber daya alam yakni Nikel hingga menjadi barang jadi yang dikonsumsi oleh masyarakat, berupa baterai kendaraan listrik dan produk turunannya. Bahkan di kawasan itu juga akan dibangun bandara dan pelabuhan yang terintegrasi.

Kawasan IWIP sendiri sudah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2018 lalu. Kawasan tersebut merupakan usaha patungan dari tiga perusahaan besar asal Cina, yakni Huayou, Tsingshan, dan Zhensi. Total nilai investasi yang ditelan oleh kawasan industri itu nilainya mencapai 10 miliar dolar Amerika. Meski demikian, kawasan tersebut juga menggandeng perusahaan lokal yakni PT Aneka Tambang untuk pengembangan deposit bijih Nikel.

Tak hanya menjadi kawasan yang melaksanakan kegiatan pengolahan dan pemurnian logam, kawasan tersebut juga dijadikan sebagai magnet para investor dunia untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia melalui IWIP. Oleh karenanya, perusahaan pun menekankan kepada seluruh tenantnya untuk terus menggunakan teknologi paling mutakhir yang bisa berjalan sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !