Detail Berita


Penambahan Kuota Produksi Batubara, Angin Segar Untuk BUMI


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 04-05-2020

duniatambang.co.id - Standard & Poor sebagai lembaga pemeringkat global mengungkapkan prediksinya akan adanya peningkatan kuota produksi batubara oleh pemerintah pada 2021 mendatang. Peningkatan kuota ini kemungkinan besar akan terjadi seiring dengan recovery dari kondisi global pasca pandemi Covid-19.

Penambahan kuota batubara ini bisa memberikan angin segar bagi perusahaan batubara, mengingat dalam beberapa periode terakhir kinerja dan pendapatannya cukup terpukul. Berdasarkan keterangan dari pemerintah, untuk tahun ini pihaknya telah menetapkan banyaknya jumlah kuota untuk batubara sebesar 550 juta metrik ton. Jika dibandingkan dengan jumlah kuota untuk tahun 2019 lalu, nilai ini lebih rendah 60 juta metrik ton, yakni sebesar 610 juta metrik ton.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu perusahaan batubara yang diprediksi akan mendapatkan angin segar dengan adanya peningkatan kuota produksi batubara itu. Melalui dua anak usahanya yakni, PT Arutmin Indonesia dan juga PT Kaltim Prima Coal, kenaikan kuota produksi itu tentu akan sangat memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Harapannya, juga akan bisa memberikan arus kas yang stabil yang pada akhirnya bisa turut mempermudah dalam pembayaran kewajibannya untuk periode 2021 - 2022.

Harapan perusahaan juga tidak hanya untuk peningkatan kuota saja, tetapi juga terkait masalah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk PT Arutmin Indonesia. Jika izin itu bisa juga segera dikeluarkan, tentu akan bisa menekan biaya produksi perusahaan. Memang hingga saat ini pemerintah belum juga mengeluarkan keputusannya terkait konversi PKP2B menjadi IUPK tersebut.

Perusahaan pun memaklumi hal ini, karena kondisi yang masih belum stabil akibat wabah pandemi. Namun, pihaknya selalu optimis jika IUPK itu akan bisa keluar secepatnya. Sebab selama ini PT Bumi Resources memberikan sumbangsih yang cukup besar pada pasar domestik juga pendapatan negara. Berdasarkan catatan, Bumi Resources rata-rata menyumbang pendapatan hingga 250 juta dolar Amerika setiap tahunnya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !