Detail Berita


Freeport dan Amman Kompak Ajukan Penundaan Proyek Smelter


"Smelter"
Sumber gambar: mediainside.com


Tanggal terbit: 04-05-2020

duniatambang.co.id - Wabah pandemi Covid-19 cukup memberikan pukulan terhadap kegiatan operasional pertambangan. Sejumlah proyek yang tengah dikebut beberapa perusahaan tambang pun mengalami hambatan yang cukup serius. Salah satu proyek besar yang terdampak adalah pembangunan smelter.

PT Freeport Indonesia misalnya, telah mengajukan penundaan target pembangunan proyek smelter mereka kepada pemerintah pada Selasa lalu (28 April). Kinerja perusahaan sepertinya cukup terganggu, sehingga mereka memutuskan penundaan target pembangunan proyek smelter hingga 12 bulan ke depan dari target awal.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia telah diberikan target pembangunan proyek smelter selama lima tahun, sejak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) mereka dikeluarkan pada Desember 2018 silam. Jika mengikuti target awal, maka Freeport seharusnya sudah menyelesaikan proyek smelter mereka pada Desember 2023.

Namun, setelah melihat perkembangan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir dengan melihat dampaknya di lapangan, Freeport pun akhirnya terpaksa mengajukan penundaan. Jika nantinya penundaan itu disetujui oleh pemerintah, perusahaan berharap aturan ekspor konsentrat juga bisa diberikan kompensasi.

Pihaknya menjelaskan secara detail, jika terhambatnya proyek smelter itu lantaran sejumlah negara yang selama ini menjadi penyokong kontraktor dan supplier, sedang dilanda pandemi.  Adapun alasan diterimanya pengajuan penundaan itu nanti, lantaran perusahaan selama ini telah sesuai target evaluasi dalam pembangunan proyek smelter itu. Diketahui, progress pembangunan smelter milik Freeport baru saja menyelesaikan penyiapan lahan dan sedang berada pada tahap finalisasi Front End Engineering Design (FEED).

Senada dengan apa yang dilakukan Freeport, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga meminta penundaan target proyek smelter mereka ke pemerintah. Alasan yang diajukan pun sama, karena negara penyokong sedang mengalami pandemi, sehingga progress mereka menjadi terganggu. Untuk PT Amman sendiri, telah mengajukan penundaan target pembangunan smelter ke pemerintah selama 18 bulan dari target semula.

Penundaan itu termasuk juga untuk evaluasi 6 bulanan yang selama ini telah dilakukan. Pihak perusahaan sebenarnya juga belum bisa memastikan, apakah setelah 18 bulan itu proyek bisa berjalan normal kembali. Sebab hingga saat ini, kepastian kapan berhentinya pandemi juga belum bisa diestimasi.

Seperti yang telah diketahui, progres pengerjaan proyek smelter milik PT Amman telah mencapai sekitar 23 persen. Sebelumnya target smelter bisa dioperasikan adalah pada tahun 2022, dengan kapasitas produksi sekitar 1,3 juta ton konsentrat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !