Detail Berita


Harga Emas Melambung Tak Menjamin Kinerja Perusahaan Meningkat


"Fine Gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 30-04-2020

duniatambang.co.id - Sejumlah perusahaan tambang emas mencatatkan kinerja yang memukau pada 2019. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan emas di pasar dunia yang memicu tingginya harga komoditas emas, sebagai akibat dari adanya perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Tercatat pada periode tersebut terjadi peningkatan mencapai 18 persen untuk harga logam mulia tersebut.

Salah satu emiten emas yang cukup moncer kala itu adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk. Perusahaan berhasil membubuhkan peningkatan pendapatan secara keseluruhan sebanyak 36 persen year on year menjadi 402,03 juta dolar Amerika. Sementara itu PT Aneka Tambang Tbk yang menjadi leading dalam komoditas ini, mengalami peningkatan pendapatan sebesar 29,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni menjadi Rp 32,7 triliun.

Catatan positif pada pergerakan harga emas tersebut, diprediksi akan terus terapresiasi. Apalagi saat ini dunia sedang dilanda wabah pandemi. Diketahui sepanjang kuartal pertama tahun 2020 ini, nilai emas di pasar spot mengalami peningkatan sebanyak 13,84 persen. Terakhir, harga emas dunia berada pada level 1.735,6 dolar Amerika per troy ounce.

Namun pada tahun ini terjadi kecenderungan yang berbeda. Naiknya harga emas tersebut rupanya tidak diikuti dengan peningkatan pada kinerja perusahaan emas. Berdasarkan analisa sejumlah pakar, Merdeka Copper Gold diprediksi akan mengalami penurunan kinerja produksi, hingga mencapai 8,3 persen untuk emas dan untuk tembaga sebanyak 35 persen.

Analisa tersebut berdasarkan dari adanya pandemi Covid-19 yang membuat harga salah satu hasil tambang perusahaan, yakni tembaga melemah. Berdasarkan patokan dari harga tembaga itu, perusahaan pun diharuskan menurunkan Average Selling Price sekitar 4,8 persen menjadi 6.000 dolar Amerika per ton.

Sementara untuk Aneka Tambang, meningkatnya tekanan pada kinerja perusahaan akan disebabkan oleh sentimen pasar terhadap harga komoditas Nikel. Meskipun saat ini produk unggulan perusahaan yakni emas, tengah mengkilap. Seperti yang diketahui, untuk harga Nikel sendiri mengalami penurunan cukup signifikan hingga berada pada level 10.687 dolar Amerika per ton. Hal ini kemudian membuat perusahaan memangkas Average Selling Price Nikel sebanyak 13,3 persen, dan membuat analisis memprediksi adanya penurunan pendapatan perusahaan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !