Detail Berita


Indika Energy Jaga Target Produksi dan Kebut Ekspansi di Tengah Pandemi


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 29-04-2020

duniatambang.co.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) memastikan kegiatan produksi pertambangan terus berlanjut di tengah wabah pandemi. Perusahaan telah menginstruksikan kepada pekerja di lapangan wajib memperhatikan prosedur kerja dengan antisipasi Covid-19 serta faktor keselamatan. Sementara untuk pegawai yang bekerja di kantor pusat diperintahkan untuk tetap bertugas meskipun secara Work From Home.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan pada kuartal I tahun ini, Indika Energy mencatatkan kinerja yang cukup memuaskan. Terjadi peningkatan pada realisasi produksi batubara untuk anak usaha Kideco Jaya Agung. Jumlahnya meningkat sebesar 6,02 persen, yakni mencapai 8,8 juta ton, begitu juga untuk penjualan batubaranya.

Anak usaha lainnya, yakni Multi Tambangjaya Utama (MUTU) juga berkontribusi pada produksi batubara perusahaan. Jumlahnya mencapai 479.000 ton dengan penjualan mencapai 321.000 ton.

Indika Energy masih mempertahankan target produksi batubara pada angka 30,95 juta ton. Target produksi sebesar itu dibagi berdasarkan produksi Kideco Jaya Agung sebesar 29,65 juta ton, dan Multi Tambangjaya Utama sebesar 1,3 juta ton.

Agenda ekspansi yang sudah menjadi target perencanaan perusahaan bahkan semakin dikebut, dengan memanfaatkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) yang telah dianggarkan untuk tahun ini sebesar 146 juta dolar Amerika. Sebagian besar dari modal belanja itu memang difokuskan untuk kegiatan operasional Petrosea, anak usaha dari Indika Energy. Sebagian lainnya, digunakan untuk pembangunan fuel storage yang ada di Kariangau, Kalimantan Timur.

Selain itu, Indika Energy juga terus berupaya membuka peluang bisnis baru potensial. Salah satunya adalah dengan mengembangkan proyek tambang emas Awak Mas, Luwu, Sulawesi Selatan. Melalui anak usahanya, PT Indika Mineral Investindo (IMI) melakukan penyertaan modal kepada perusahaan pelaksanaan eksplorasi tambang yakni di anak usaha lainnya, PT Masmindo Dwi Area. Jumlah tersebut mencapai 40 juta dolar Amerika yang telah diserahkan pada Februari silam.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !