Detail Berita


Tersendat Corona, Pembangunan Smelter Freeport Terancam Molor


"Aktivitas di smelter"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 29-04-2020

duniatambang.co.id - Penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 yang kian masif mulai berdampak ke berbagai sektor. Pandemi covid-19 ini juga memberi dampak pada salah satu perusahaan tambang kenamaan di Indonesia yaitu PT Freeport Indonesia (PTFI). PTFI mengatakan bahwa pembangunan salah satu smelter miliknya yaitu smelter yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Smelter ini diproyeksikan membutuhkan dana investasi sebesar US$ 3 miliar. Dimana sebanyak US$ 2,8 miliar berasal dari pendanaan perbankan, PTFI berharap pendanaan perbankan tersebut dapat berjalan sesuai rencana meski ada pandemi.

Sebagai informasi, proyek smelter tersebut sudah memasuki tahap penyiapan lahan dan saat ini tengah melakukan finalisasi Front End Engineering Design (FEED). Harusnya jika tidak ada pandemi covid-19, pada Agustus 2020 mendatang proyek tersebut akan memasuki tahap konstruksi fisik.

Sebelumnya, PTFI menjadwalkan bahwa fasilitas smelter tersebut paling lama dapat rampung pada kuartal IV 2023 atau lima tahun setelah terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 23 Desember 2018 lalu. Namun, mempertimbangkan kondisi dan situasi global saat ini yang masih tersendat pandemi covid-19, Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan penundaan penyelesaian proyek smelter tersebut selama satu tahun kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pekan lalu. 

Terkait permintaan tersebut, PTFI masih menunggu persetujuan ESDM. Jika nantinya resmi dikabulkan, maka batas waktu penyelesaian smelter PTFI paling lama pada akhir tahun 2024 mendatang.

Kendati demikian, PTFI juga berharap jika memang nantinya permintaan tersebut disetujui, hal tersebut diharapkan tidak menggangu kegiatan ekpor bijih tembaga PTFI diwaktu mendatang. Mengingat salah satu syarat untuk mendapatkan rekomendasi ekspor konsentrat ialah evaluasi smelter yang harus sesuai target.

Keputusan untuk meminta persetujuan penundaan penyelesaian smelter tersebut dilakukan PTFI karena terganjal pandemi covid-19. Kontraktor dan supplier utama penyokong proyek smelter JIIPE tersebut berasal dari Jepang, penyedia teknologi smelter Outotec yaitu dari Finlandia. Serta sejumlah peralatan lainnya yang berasal dari Amerika Serikat, Spanyol dan Italia semuanya mengalami hambatan terkait dengan keterbatasan akses dan pemberlakukan lockdown di sejumlah Negara tersebut. Hal tersebutlah yang membuat PTFI akhirnya melayangkan permintaan penundaan penyelesaian kepada Kementerian ESDM.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !