Detail Berita


Corona Masih Jadi Tantangan, PTBA Buka Opsi Kaji Ulang Rencana Produksi dan Penjualan


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-04-2020

duniatambang.co.id - Pandemi virus corona atau covid-19 masih menjadi tantangan besar bagi berbagai sektor salah satunya sektor pertambangan batubara. Bagaimana tidak, adanya pandemi covid-19 ini menjadi sentimen negatif bagi batubara, emas hitam ini harus mengalami turunnya permintaan yang mengakibatkan adanya potensi oversupply global yang akhirnya berimbas pada harga batubara yang kian terperosok hingga harus menempati level terendah sejak empat tahun terakhir.

Menyikapi fakta tersebut, memasuki kuartal II 2020 ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membuka opsi untuk melakukan kajian ulang terhadap target produksi dan target penjualan batubara miliknya pada tahun 2020. Opsi ini menjadi salah satu langkah yang diambil PTBA sebagai upaya mitigasi dampak negatif dari kurang bergairahnya pasar akibat pandemi.

Sebagai informasi, PTBA sebelumnya mematok dapat memproduksi batubara pada tahun ini sebesar 30,3 juta ton batubara atau secara persentase naik sekitar 4% dari realisasi produksi pada tahun lalu. Adapun untuk target penjualan, PTBA membidik kenaikan sebesar 8% dibandingkan dengan tahun lalu atau menjadi 29,9 juta ton batubara.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk Hadis Surya Palapa mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan kalkulasi ulang terkait dengan target produksi dan penjualan, PTBA juga akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi kedepan ditengah ketidakpastian pandemi. PTBA memproyeksikan, kondisi pasar dan harga batubara pada triwulan I tahun ini dapat terkontraksi hingga 25%-30%. Untuk itu, pihaknya tengah menyiapkan berbagai strategi.

PTBA juga mempertimbangkan berbagai proyeksi dari sejumlah analis yang memprediksi bahwa di kuartal ke II ini pasar batubara akan kembali terkontraksi yang mengakibatkan pengusaha batubara harus melakukan usaha ekstra untuk mempertahankan performa perusahaan ditengah penurunan permintaan. Kendati demikian PTBA mengklaim hingga kuartal I 2020 lalu, kinerja perseroan masih cukup prima meski kinerja perseroan harus terkontraksi 2%.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !