Detail Berita


Kinerja Diprediksi Menurun, INCO Justru Catatkan Peningkatan Produksi Hingga 35 Persen


"PT Vale Indonesia Tbk"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-04-2020

duniatambang.co.id - Akhir kuartal pertama tahun 2020 ini, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dilaporkan telah mengalami peningkatan produksi Nikel sebesar 34,66 persen dibandingkan pada periode yang sama untuk tahun lalu. Kuartal pertama tahun ini, produksi Nikelnya mencapai angka 17.614 metrik ton, sementara periode tahun lalu hanya sebesar 13.080 metrik ton.

Tentunya capaian ini merupakan catatan positif di tengah wabah pandemi, padahal sebelumnya kinerja perusahaan diprediksi akan mengalami penurunan. Meski demikian, jumlah produksi untuk kuartal I tahun ini, diketahui lebih sedikit 14,05 persen jika dibandingkan pada hasil produksi kuartal IV tahun 2019 yang berada pada angka 20.494 metrik ton.

PT Vale Indonesia pun mengaku tidak akan melakukan revisi terkait target produksi untuk tahun ini. Sebab berdasarkan catatan di atas, dampak pandemi yang sempat dikhawatirkan rupanya masih belum berpengaruh. Diketahui, perusahaan menargetkan jumlah produksi Nikel dalam matte untuk tahun 2020 ini sebesar 71.000 metrik ton.

Terkait penurunan jumlah produksi kuartal I tahun 2020 dengan kuartal IV tahun 2019, pihak perusahaan menjelaskan hal itu bukan dari dampak eksternal. Akan tetapi lebih disebabkan dari kebijakan yang diambil perusahaan, yakni karena aktivitas maintenance dan pemeliharaan yang memang sudah sesuai dari apa yang direncanakan perusahaan.

Seperti yang diketahui, aktivitas pemeliharaan itu adalah tentang proyek kanal Larona. Proyek bendungan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona. PT Vale Indonesia sendiri saat ini memiliki tiga PLTA yang semuanya dipergunakan sebagai pendukung operasional tambang yang dimiliki perusahaan.

Selain itu perusahaan juga yakin jika operasional perusahaan pada sisa tahun ini, tidak akan mengalami gangguan atau dampak dari kegiatan pemeliharaan furnace mereka. Saat ini perusahaan tengah menyelesaikan perbaikan furnace yang diperkirakan memakan waktu sampai awal tahun depan.

Sebelumnya PT Vale Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan kinerja, karena proses divestasi yang mengalami keterlambatan dari target yang dicanangkan. Mundurnya proses divestasi dari yang sudah ditargetkan, bisa menghambat kegiatan pendanaan ekspansi, yang pada akhirnya membuat produksi tidak optimal. Namun jika melihat catatan produksi kuartal pertama tahun ini, sepertinya kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan perusahaan sudah cukup tepat.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !