Detail Berita


Menilik Lebih Jauh Fenomena Battery Boom



Jakarta - Meningkatnya pengembangan industri elektronik di zaman sekarang, menyebabkan demand terhadap baterai diproyeksikan akan terus meningkat dengan pesat. Peningkatan demand akan baterai ini disebut dengan fenomena battery boom dimana kebutuhan akan baterai sebagai penyimpanan energi merupakan hal yang vital bagi industri – industri yang berkembang di zaman sekarang.

Peningkatan ini merupakan efek domino dari masuknya era revolusi industri 4.0. dimana penekanan industri terdapat pada digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lainnya. Penekanan industri ini dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Berdasarkan proyeksi dari Bloomberg NEF, diproyeksikan fenomena ini akan mendatangkan investasi sebesar $620 Milyar atau sama dengan Rp 8,928,000,000,000,000 dengan kurs Rp 14.400.

Bloomberg NEF juga memprediksikan dari tahun 2017 akan ada kenaikan global energy storage sampai dengan tahun 2040 sebesar 1 (satu) tera watt dalam waktu kurang lebih dua dekade. Peningkatan ini membuat bisnis produksi baterai sebagai salah satu bisnis yang memiliki masa depan yang cemerlang.

Selain produksi baterai yang akan meningkat, bisnis pertambangan untuk bahan baku baterai juga ikut meningkat. Nikel, cobalt, dan alluminium merupakan produk tambang yang dibutuhkan sebagai katoda dari baterai. Negara – negara seperti China, sedang gencar membuat fasilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal tersebut selaras dengan yang terjadi di Indonesia, penambangan nikel dan pembangunan smelter sedang gencar – gencarnya terutama di daerah Sulawesi.

Peningkatan ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi penduduk di masa yang akan datang. Mengingat rasio jumlah pekerjaan sekarang dengan jumlah mahasiswa yang ada, diharapkan dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

(FPL)