Detail Berita


Begini Catatan Performa Freeport Pada Kuartal I 2020


"Penambangan PT Freeport Indonesia (PTFI)"
Sumber gambar: finance.detik.com


Tanggal terbit: 28-04-2020

duniatambang.co.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang tengah memasuki tahap transisi tambang. Saat ini Freeport masih harus mengandalkan produksi dari tambang bawah tanah (underground mines).

Sepanjang kuartal I 2020, Freeport mampu mencatatkan rata-rata produksi emas dan tembaga per hari sebesar 37.500 metrik ton bijih. Produksi tersebut merupakan gabungan dari dua tambang bawah tanah milik Freeport yaitu Deep Mill Level Zone (DMLZ) and Grasberg Block Cave.

Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2019 lalu, tingkat produksi Freeport pada kuartal I naik sebesar 44% secara kuartalan. Freeport sendiri terus membidik kenaikan produksi baik emas maupun tembaga. Bahkan pada 2021 mendatang Freeport membidik tingkat produksi sebesar 1,4 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ons emas.

Dari sisi penjualan, sepanjang periode Januari hingga Maret 2020 Freeport mampu menjual komoditas tembaga sebesar 127 juta pound dari total target yang dibidik sepanjang 2020 ini adalah sebesar 742 juta pound tembaga. Sedangkan untuk komoditas emas, sepanjang kuartal I 2020 Freeport mampu menjual sebesar 139.000 ons emas dari total target yang dipatok pada tahun ini sebesar 775.000 ons emas.

Freepot juga pada tahun ini resmi mengantongi rekomendasi kuota ekspor tembaga sebesar 1.069.000 wet ton konsentrat tembaga. Namun meski kinerja kuartal I masih cukup prima, Freeport tidak menapik jika kedepannya Freepot akan cukup berhati-hati dan terus memantau situasi global ditengah pandemi seperti sekarang ini. Freeport juga membuka opsi untuk merevisi sejumlah rencana dengan menggabungkan manfaat dari pengurangan biaya input untuk energi, valuta asing, serta kenaikan harga emas.

Selain itu, karena keterbatasan ruang gerak terkait dengan pembatasan jadwal kerja dan perjalanan kontraktor internasional selama mitigasi pandemi covid-19, Freeport pun telah menunda proyek-proyek modal tahun 2020 hingga periode mendatang yang memiliki nilai sekitar US$ 0,2 miliar. Kendati demikian, President dan Chief Executive Officer FCX Richard C. Adkerson tetap optimis kinerja Freeport masih akan tetap prima dan mampu melewati berbagai tantangan terkait dengan tekanan pasar dan ancaman pelemahan ekonomi dunia ditengah penyebaran pandemi covid-19.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !