Detail Berita


Menelusuri Jejak Potensi Emas di Banyumas


"Gold Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-04-2020

duniatambang.co.id - Selama ini daerah-daerah terpencil di Indonesia rupanya juga menyimpan kandungan emas yang tidak sedikit. Salah satunya adalah yang ada di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Sejak dari dulu wilayah itu dikenal memiliki sejumlah titik yang dianggap memiliki potensi kandungan emas. Titik-titik yang diklaim memiliki kandungan logam mulia itu tersebar, beberapa di antaranya ditemukan di dalam endapan lumpur di sungai, atau bahkan di dalam tanah.

Memang tidak sebanyak seperti yang ada di daerah Freeport, namun warga setempat yang mengetahui hal tersebut, telah membangun sebuah tambang rakyat yang dikelola secara tradisional. Hal ini pun juga menarik perhatian para pemburu emas yang berasal dari luar daerah.

Wilayah sekitar Banyumas secara geologi memang berada tepat pada zona penunjaman, antara lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia. Tumbukkan antara kedua lempeng tersebut, disertai dengan faktor suhu dan tekanan membuat terbentuknya kandungan sejumlah mineral ekonomis.

Pakar geologi pun membenarkan adanya potensi mineral logam mulia di wilayah itu. Sejumlah bebatuan yang ada di sungai yang membentang, memang mengandung Pirit yang bisa ditemukan di endapan alluvial, hasil dari aktivitas vulkanik Gunung Slamet jutaan tahun silam.

Sementara itu di bagian sisi sungai juga memiliki endapan kuarter yang usianya diperkirakan lebih dari jutaan tahun. Pada lapisan itulah juga ditemukan adanya kandungan emas, di mana ciri-ciri tersebut khas ditemukan di sekitar wilayah gunung berapi. Tak hanya emas, potensi sumber daya alam lain yang kemungkinan ada di Banyumas adalah logam mulia, gas alam serta minyak bumi. Namun dibutuhkan proses eksplorasi mendalam dengan menggunakan peralatan canggih dan biaya yang cukup besar.

Untuk pertambangan rakyat tersebut dikelola secara individu oleh masyarakat setempat, dan karakteristiknya adalah tambang bawah tanah dengan menggunakan metode gali-timbun. Sayangnya karena kurang kesadaran dan minimnya pengetahuan, mereka masih menggunakan merkuri untuk proses pemisahan mineral dengan unsur bawaan lainnya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !