Detail Berita


Saham 8 Emiten Batubara Paling Moncer Pekan Ini


"Ilustrasi pergerakan harga saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-04-2020

duniatambang.co.id - Sejumlah perusahaan batubara mencatatkan nilai hijau untuk pergerakan saham mereka pada penutupan perdagangan periode Kamis, 23 April 2020. Padahal harga batubara sedang mengalami tren terburuk sejak empat tahun terakhir. Perdagangan Rabu sebelumnya, harga batubara Newcastle ditutup pada level 51,50 dolar Amerika untuk kontrak pengiriman periode Mei tahun ini. Tercatat setidaknya ada 8 saham emiten batubara yang mengalami kenaikan, berikut ulasannya dari yang tertinggi persentasenya.

Atlas Resources Tbk (ARII)

Emiten Atlas Resources dengan kode ARII mencatatkan peningkatan saham dengan persentase tertinggi untuk perusahaan di sektor batubara. Tercatat, perusahaan mengalami kenaikan sebesar 25 poin menjadi 650 dari perdagangan sebelumnya yang berada pada level 625 per lembar saham. Jumlah ini mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan emiten lainnya sebanyak 4 persen.

Alfa Energi Investama Tbk (FIRE)

Membuntuti Atlas Resources di urutan teratas, adalah PT Alfa Energi Investama Tbk yang berhasil mencatatkan pergerakan positif sebanyak 3,39 persen. Pada perdagangan sebelumnya, nilai saham per lembar perusahaan berada pada level 118 yang ditutup dengan level 122 atau meningkat sebanyak 4 poin.

Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

Perusahaan tambang yang bergerak pada bidang pertambangan, perdagangan emas hitam, industri, transportasi darat dan konstruksi ini, meraih peningkatan poin yang cukup signifikan sebanyak 50 poin. Dari catatan perdagangan saham, harga saham mereka ditutup pada level 1.600. Sementara pada periode perdagangan sebelumnya, saham perusahaan berada pada level 1.550 atau meningkat sebanyak 3,23 persen.

Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)

Perusahaan tambang dan logistik yang didirikan sejak 1996 ini juga ikut mencatatkan rapor hijau pada perdagangan kemarin. Tercatat, perusahaan mengalami kenaikan saham sebesar 2,56 persen, di mana pada perdagangan sebelumnya nilai saham berada pada level 78 dan ditutup pada level 80, atau meningkat sebanyak 2 poin.

Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP)

Sementara itu PT Mitrabara Adiperdana Tbk yang merupakan bagian dari Baramulti Grup, pada perdagangan akhir nilai sahamnya berada pada level 1.580 meningkat sebanyak 35 poin dibanding perdagangan sebelumnya di angka 1.545. Jumlah ini mengalami perubahan positif sebanyak 2,27 persen.

Adaro Energy Tbk (ADRO)

Untuk PT Adaro Energy sendiri juga mencatatkan penguatan nilai saham yang cukup bagus, yakni sebesar 20 poin. Persentase kenaikannya tercatat sebesar 2,26 persen yakni berada di level 905 pada perdagangan terakhir, dan level 885 pada perdagangan sebelumnya.

Bukit Asam Tbk (PTBA)

Perusahaan plat merah yang beroperasi sejak tahun 1982 dan menjadi yang terbesar di Indonesia juga mengalami penguatan nilai saham. Pada penutupan perdagangan kemarin, tercatat nilai saham perusahaan berada pada level 1.890. Nilai ini menguat sebesar 35 poin atau 1,89 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada pada level 1.855.

Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)

Produsen batubara yang telah diakuisisi oleh Banpu Group asal Thailand pada 2007, pada laporan perdagangan kemarin mengalami peningkatan nilai saham sebanyak 50 poin. Sebelumnya, nilai saham perusahaan pada angka 6.925 dan meningkat menjadi 6.975 pada perdagangan terakhir, atau menguat sebanyak 0.72 persen.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !