Detail Berita


Cina Khawatir Pasokan, Harga Tembaga Global Menguat


"Metal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 26-04-2020

duniatambang.co.id - Setelah mengalami kemerosotan hampir 3 persen pada sesi perdagangan di London Metal Exchange sebelumnya, harga patokan komoditas tembaga mengalami peningkatan kembali sebesar 1,9 persen menjadi 5.124,5 dolar Amerika per ton. Penguatan harga tembaga itu dipicu oleh stabilnya harga minyak global yang sebelumnya jatuh dan membuat kepanikan yang kemudian memicu sejumlah perusahaan tambang merencanakan kebijakan pengurangan produksi mereka.

Bahkan pada periode Maret kemarin, harga tembaga jatuh pada titik terendah sejak empat tahun lalu yang berada pada level 4.371 dolar Amerika per ton. Kemudian nilai tersebut melambung kembali pada hari Senin kemarin, menjadi 5.248 dolar Amerika per ton. Melambungnya harga tembaga pada periode tersebut, dianggap sebagai dampak dari kebijakan lockdown yang diambil pemerintah China, yang berimbas pada terganggunya ekonomi serta pasokan tembaga, namun kemudian lockdown tersebut dicabut.

Sejumlah analis mengatakan, kepercayaan investor kepada komoditas tambang mulai kembali terbentuk. Meski data dari China yang kurang memadai namun bisa menggambarkan bahwa tengah terjadi tekanan dalam pasokan komoditas tembaga di negara tirai bambu tersebut. Lebih lanjut, nantinya tekanan pasokan tersebut bisa teratasi sehingga harga tembaga akan kembali menurun, walau tidak sampai kurang dari angka 4.400 dolar Amerika per ton.

Pergerakan harga dan produksi tembaga ini kemudian memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan serta komoditas logam lainnya. Seperti yang terjadi pada Teck Resources, perusahaan asal Kanada yang mengalami kemerosotan laba cukup besar yang diakibatkan oleh penghentian kegiatan tambang di Antamina.

Pengurangan produksi tembaga juga telah membuat sejumlah pihak di Cina khawatir akan pasokan, setelah negara itu sedang mengalami pemulihan dari wabah pandemi. Hal ini pun menyebabkan peningkatan pada permintaan aluminium primer hingga mencapai 200.000 ton dalam kurun waktu 30 hari terakhir.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !