Detail Berita


Langkah Dian Swastatika Genjot Kinerja Yang Sempat Terpuruk


"Coal stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-04-2020

duniatambang.co.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengaku belum bisa memberikan rincian terkait target pendapatan dan laba bersih perusahaan untuk periode tahun ini. Pihaknya pun berharap agar keuangan perusahaan bisa segera membaik. PT Dian Swastatika Sentosa menambahkan, perusahaan tetap akan bertumpu pada pendapatan dari lini usaha batubara dan kelistrikan, sebagai sumber income terbesar.

Dari catatan pada tahun sebelumnya, perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan dari perdagangan batubara sebesar 5,77 persen dengan perolehan sebesar 1,04 miliar dolar Amerika pada tahun lalu, dan menjadi sebesar 1,10 miliar dolar Amerika untuk tahun 2019. Akan tetapi jika dilihat secara keseluruhan, pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 5,68 persen. Begitu juga dengan laba bersih yang didapat ikut merosot sebanyak 43, 80 persen.

Andalkan Bisnis Batubara dan Kelistrikan

Melihat laporan pencapaian yang menurun itu, perusahaan mengaku telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk bisa mendongkrak kinerja perusahaan pada tahun ini. Salah satunya yakni PT Dian Swastatika Sentosa telah menyiapkan dana untuk belanja modal sebesar 160 juta dolar Amerika. Dana tersebut nantinya akan diprioritaskan pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalteng-1 serta pembangunan sejumlah infrastruktur tambang. Selama ini perusahaan melaksanakan kegiatan perdagangan melalui anak usahanya yakni, PT Golden Energy Mines Tbk.

Optimisme tinggi ditunjukkan perusahaan, bahwa pihaknya yakin proses pembangunan PLTU itu bisa rampung pada tahun ini. Dengan demikian, nantinya proyek itu akan melengkapi portofolio perusahaan di bidang ketenagalistrikan.

 

Akuisisi Saham Stanmore Coal

Sebagai informasi tambahan, aksi korporasi juga telah dilaksanakan oleh PT Dian Swastatika Sentosa dengan capaian yang cukup membanggakan. Pada awal bulan ini, melalui anak usahanya yakni Golden Energy and Resources Ltd (GEAR) dilaporkan berhasil melakukan akuisisi perusahaan tambang batubara luar negeri yaitu Stanmore Coal asal Australia yang sahamnya telah diakuisisi sebanyak 19,65 persen. Sebelumnya, perusahaan telah memiliki saham di sana sebesar 31,35 persen dan kini total yang dikuasai adalah sebesar 51 persen. Proses akuisisi itu dilakukan oleh anak usaha GEAR, Golden Investment Pie.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !