Detail Berita


Geliat Aksi Merger dan Akuisisi Perusahaan Dunia Imbas Kenaikan Harga Emas


"Gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 22-04-2020

duniatambang.co.id - Sejumlah perusahaan emas global terlihat aktif untuk melakukan aksi merger dan akuisisi. Hal ini disebakan oleh mewabahnya pandemi virus corona dan juga dipengaruhi oleh sifat emas sebagai aset safe haven yang dinilai paling aman dibandingkan aset-aset berharga lainnya. Dengan kondisi seperti ini, harga emas paling kuat sehingga harganya diprediksi akan terus mengalami kenaikan.

Pergerakan harga emas sangat fluktuatif. Emas mengalami kenaikan sejak awal tahun ini yang merupakan imbas dari jebloknya ekonomi global akibat Covid-19. Tak terkecuali dengan operasional perusahaan tambang emas yang tentunya ikut terganggu, namun masih bisa bertahan pada posisinya dengan berharap pada kenaikan harga emas yang cenderung terus naik.

Analisa pakar menyebut harga emas yang terus tinggi akan mengatrol pendapatan perusahaan untuk ikut tinggi juga. Nilai saham perusahaan dapat secara otomatis meningkat diikuti pengembalian dana investor. Sementara terkait aturan pemerintah dalam pembatasan aktivitas pertambangan, membuat investor bersedia untuk mengeluarkan dana lebih untuk menjajaki kesepakatan baru.

Jika dilihat pada catatan tahun lalu, kegiatan merger dan akuisisi ini bisa dibilang sedikit tertinggal, karena investor masih ragu akan laju ekonomi global yang saat itu tengah terancam wabah pandemi Covid-19. Namun seiring komoditas emas yang terus menunjukkan tanda-tanda positif mengalami kenaikan, mereka kini jauh lebih optimis dengan beralih pada aset safe haven ini.

Dari laporan kesepakatan dalam industri pertambangan yang dirilis oleh Zephyr, untuk awal tahun ini tercatat ada sejumlah perusahaan yang melakukan aksi merger dan akuisisi dengan nilai mencapai 100 juta dolar Amerika.

Akuisisi pertama dilakukan oleh perusahaan Uzhuralzoloto Gruppa Kompanii AO asal Rusia terhadap 22,37 persen saham tambang Petropavlovsk di Inggris yang nilainya mencapai 169,27 juta dolar Amerika. Untuk yang kedua adalah penambahan modal sebesar 14,68 persen untuk perusahaan Resolute Mining di Australia yang jumlah mencapai 105,43 juta dolar Amerika. Penambahan modal itu dilakukan oleh gabungan jajaran direktur, investor serta penasihat keuangan ICM.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !