Detail Berita


Waduh, Sejumlah Proyek EBT Molor Tersendat Pandemi Corona


"Renewable Energy"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 22-04-2020

duniatambang.co.id - Penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 bukan hanya memukul harga batubara dan sejumlah komoditas lainnya saja, tetapi juga membuat sejumlah proyek harus mundur dari target yang telah dipatok sebelumnya. Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan (PLT EBT) juga ikut terimbas corona.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar target 23% bauran energi pada 2025 salah satunya dengan membidik sejumlah target yang dapat tercapai pada akhir 2020 ini seperti adanya tambahan kapasitas dari pembangkit EBT sebesar 10,843MW atau diharapkan dapat tumbuh + 6.7% yoy dan target investasi sebesar US$2.3 miliar.

Adanya pandemi covid-19 diramalkan akan mengganggu sejumlah proyek. Selain itu, target investasi dan pencairan dana dari perbankan juga berpeluang tertunda karena munculnya berbagai kekhawatiran dan ketidakpastian global. Direktur Konservasi Energi, DJEBTKE, Kementerian ESDM, Hariyanto pun mengatakan bahwa proyek PLT EBT yang sedang dalam tahap konstruksi dan ditargetkan dapat selesai pada akhir 2020 ini diproyeksikan akan molor menjadi 2021 mendatang serta investasi EBT pun berpeluang ikut tersendat.

Sejumlah proyek PLT EBT yang terancam molor

Terdapat sejumlah proyek PLT EBT yang terancam molor akibat penyebaran pandemi covid-19 yang kian masif antara lain Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria yang berkapasitas 5 MW di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek PLTP tersebut diproyeksikan dapat beroperasi pada 2020 ini, namun diproyeksikan akan molor hingga 2021 mendatang. Proyek lainnya yang terancam molor adalah PLTS yang dimiliki oleh PLN yaitu PLTS Bali Barat dan Timur diproyeksikan akan molor 3 sampai 6 bulan dari target yang dipatok. Selain itu, pelaksanaan lelang proyek-proyek PLTS baru juga harus mengalami penundaan akibat Covid-19 ini.

Proyek yang diusahakan tetap berjalan

Adapun terdapat sejumlah proyek yang diusahakan tetap berjalan sesuai dengan target seperti PLTP Rantau Dadap yang berkapasitas 90 MW, PLTP Sorik Merapi dengan kapasitas 45 MW dan sejumlah proyek APBN pemasangan PLTS atap oleh Kementerian ESDM di 800 titik dengan total anggaran sebesar Rp 175 miliar. Proyek-proyek ini tengah diusahakan tetap berjalan meski ditengah pandemi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !