Detail Berita


Bukan Hanya Pandemi, Ini Tantangan Berat yang Dihadapi DOID


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 21-04-2020

duniatambang.co.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan. Sejak 2019 lalu, kinerja DOID memang cukup terpukul. DOID hanya mampu membukukan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta atau secara persentase harus turun hingga 72,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan DOID pun harus tergerus sebesar 1,20% menjadi US$ 881,81 juta.

Kenyataan ini memang membuat performa kerja DOID pada tahun lalu kurang prima. Pada 2020 ini, DOID berharap dapat memperbaiki kinerjanya. Namun, 2020 masih cukup berat untuk dilalui. Sentimen negatif silih berganti menggerus harga batubara.

Harga batubara yang masih kurang bergairah ini menjadi salah satu penyebab kinerja perusahaan sedikit terhambat. Ditambah lagi penyebaran pandemi corona atau covid-19 yang kian masif membuat gejolak pasar batubara kian tidak pasti. DOID pun dihadapkan dengan terbukanya peluang penambang batubara melakukan pengurangan volume produksi pada tahun ini yang juga akan berimbas pada performa kerja DOID sepanjang tahun 2020. 

Selain pandemi dan harga batubara, DOID melalui anak usahanya yaitu PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) harus kehilangan kontrak dengan salah satu konsumen terbesarnya yaitu PT Kideco Jaya Agung. Tidak diperpanjangnya kontrak di Kideco Jaya Agung yang merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) lantaran pihak INDY akan menyiapkan layanan penambangan sendiri. Hal ini diproyeksikan dapat membuat kinerja BUMA sedikit terguncang, mengingat Kideco merupakan pelanggan terbesar ketiga bagi BUMA.

DOID melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) juga memiliki tantangan terkait dengan risiko kontrak pembaruan milik BUMA lainnya yang juga akan berakhir dalam waktu dekat dengan salah satu pelanggan terbesar lainnya yaitu PT Berau Coal di Binungan. Bahkan Moody's Investors Services telah memberikan sedikit peringatan terkait dengan peluang turunnya peringkat BUMA jika perusahaan gagal memperpanjang kontraknya lagi.

Selain itu, salah satu pelanggan BUMA yaitu PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga tengah menghentikan sementara operasional tambangnya ditengah pandemi ini. Hal ini juga memberi dampak bagi kinerja BUMA.

Tantangan demi tantangan tersebut harus dihadapi DOID dan anak usahanya. DOID pun tengah menyiapkan berbagai strategi untuk membuat fondasi yang kokoh bagi perusahaan di tengah badai ketidakpastian ini. DOID juga tetap akan melakukan efisiensi di berbagai lini untuk menekan beban pendapatan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !