Detail Berita


Sepanjang 2019 ANTAM Harus Alami Penurunan Laba Bersih Nyaris 90%


"PT Aneka Tambang Tbk"
Sumber gambar: netralnews.com


Tanggal terbit: 17-04-2020

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merupakan emiten pelat merah dan merupakan salah satu anggota dari holding perusahaan BUMN tambang yaitu MIND ID. Sepanjang 2019 lalu, ANTM masih menunjukkan performa positif.

Penjualan mayoritas komoditas tambang milik ANTM tercatat meningkat. ANTM pun mampu membukukan kenaikan pendapatan. Namun, sepanjang 2019 lalu ANTM juga harus mengalami penurunan laba bersih secara persentase nyaris 90%.

Seperti yang diketahui, ANTM memiliki beberapa komoditas andalannya seperti emas, feronikel, nikel dan bauksit. Emas masih menjadi komoditas andalan ANTM, emas masih menduduki peringkat pertama komoditas yang menyumbang pendapatan terbesar bagi ANTM.

Emas secara persentase menyumbang sebesar 69% dari total penjualan ANTM. Sepanjang 2019, penjualan emas naik sebesar 2% atau menjadi 34,02 ton atau 1.093.639 ons troi emas. Dari penjualan emas tersebut, ANTM berhasil meraup pendapatan Rp 22,46 triliun.

Selain emas, komoditas feronikel menyumbang Rp 4,87 triliiun atau 15% dari total penjualan ANTM. Dari sisi produksi dan penjualan, feronikel juga mengalami kenaikan. Produksi feronikel meningkat sebesar 3% menjadi 25.713 ton nikel dalam feronikel (Tni). Sedangkan untuk penjualan feronikel meningkat sebesar 9% yoy atau mencapai 26.212 Tni.

Begitu pula bagi komoditas bijih nikel, sepanjang 2019 lalu ANTM mampu menjual 7,6 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel dengan produksi bijih nikel mencapai 8,70 juta wmt. Penjualan bijih nikel ini menyumbang sebesar Rp 3,7 triliun atau secara persentase sebesar 11% dari total penjualan milik ANTM.

Komoditas lainnya yang menyumbang pendapatan bagi ANTM yaitu bauksit, Produksi bauksit sepanjang 2019 mencapai 1,73 juta wmt dengan penjualan 1,66 juta wmt. Penjualan bauksit menyumbang Rp 758 miliar bagi pendapatan ANTM. Pada tahun lalu, pendapatan ANTM juga disumbang oleh penjualan alumina. ANTM mampu memproduksi 104.000 ton alumina dengan tingkat penjualan 71.000 ton. Penjualan alumina mampu menyumbang Rp 547,33 miliar terhadap pendapatan ANTM.

Pendapatan ANTM sepanjang 2019 lalu meningkat sebesar 29,44% dibandingkan tahun 2018. Pendapatan bersih ANTM menjadi Rp 32,71 trilun. Namun, ANTM juga mengalami kenaikan beban pendapatan, seperti beban pokok penjualan melonjak 37,15% menjadi Rp 28,27 triliun, beban usaha naik 12,4% menjadi Rp 3,49 triliun, beban penghasilan lain-lain sebesar Rp 268,58 miliar dan ANTM juga mengalami kerugian atas selisih kurs bersih senilai Rp 235,71 miliar. Sehingga pada 2019 lalu, ANTM akhirnya harus mengalami penurunan laba hingga 88,15% menjadi Rp 193,85 miliar. Untuk itu pada tahun 2020 ini, ANTM akan menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki performa perusahaan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !