Detail Berita


Menengok Dua Tambang Raksasa Di Indonesia


"Mining Activity"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 17-04-2020

duniatambang.co.id - Kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia sangat melimpah. Banyaknya jumlah cadangan sumber daya alam ini, bahkan sudah menjadi rebutan penjajah di zaman dahulu. Sekarang pun tak terhitung perusahaan baik lokal maupun asing berupaya mendapatkan izin dan menemukan cadangan-cadangan sumber daya alam baru di negeri ini. Tercatat ada beberapa tambang raksasa yang kini sedang dikeruk hasil kekayaan alamnya, yang tentu saja menyumbang sebagian besar pendapatan negara.

Tambang Emas dan Tembaga

Freeport sudah menjadi jagonya dalam penambangan emas di Indonesia, khususnya di wilayah Papua. Setelah perusahaan asing itu telah puluhan tahun mengelola tambang emas Grasberg, akhirnya pemerintah bisa memiliki 51 persen sahamnya. Tambang emas Grasberg merupakan tambang emas terbesar di dunia, dan juga ketiga terbesar untuk tambang tembaganya.
Memang pada tahun 2019 dilaporkan cadangan mineralnya telah habis, namun itu hanya di pertambangan terbukanya. Sementara perusahaan akan mulai melakukan penambangan bawah tanah dengan cadangan yang cukup diprediksi hingga tahun 2015. Ada tiga jenis tambang yang ada di sini, yakni tambang terbuka Grasberg, tambang bawah tanah Deep Ore Zone dan tambang bawah tanah Big Gossan. Diketahui cadangan yang dimiliki oleh tambang ini bahkan melebihi seluruh cadangan yang ada di wilayah Amerika Utara.

Tambang Batubara

Tambang batubara terbesar di Indonesia ini diketahui lokasinya berada di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tambang tersebut bernama Kaltim Prima Coal yang memiliki luas wilayah tambang sebesar 84.938 hektar. Operasi penambangan di tambang ini sudah dimulai sejak 1982, dan kemudian pada tahun 2003 PT Bumi Resources Tbk mengambil alih pengelolaanya.

Dalam laporan terakhir, tercatat produksi batubara di tambang ini mencapai 7,5 juta ton setiap bulannya. Untuk mendukung operasional, tambang ini telah memiliki pelabuhan sendiri untuk proses distribusi ke pembeli. Selama ini tambang KPC telah menyumbang produksi batubara tertinggi skala nasional dengan jumlah mencapai 11 persen, dan memberikan royalti ke negara lebih dari 1,5 miliar dolar Amerika.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !