Detail Berita


Pendapatan Melesat di Tahun Lalu, PT Timah (TINS) Masih Harus Bukukan Kerugian


"Penambangan timah"
Sumber gambar: pelantar.id


Tanggal terbit: 16-04-2020

duniatambang.co.id - PT Timah Tbk (TINS) merupakan emiten pelat merah yang bergerak dalam industri timah harus menelan pil pahit pada tahun lalu. Tahun 2019 menjadi tahun yang sulit bagi TINS, bagaimana tidak TINS harus membukukan kerugian hingga Rp 611,28 miliar.

TINS pada tahun lalu sebenarnya mengalami kenaikan pendapatan yang cukup signifikan, secara persentase kenaikan pendapatan TINS mencapai 75,13% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara angka, selama 2019 TINS mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 19,30 triliun. Melansir dari laporan keuangan TINS Rabu (15/4), pendapatan TINS sepanjang 2019 lalu ditopang oleh berbagai sektor bisnis milik TINS antara lain kenaikan penjualan logam timah menjadi Rp 17,72 triliun dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 9,74 triliun.

Selain kenaikan penjualan logam timah, pendapatan TINS juga disokong oleh tin solder yang berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 381,71 miliar, tin chemical sebesar Rp 335,02 miliar. Selain itu, pendapatan TINS juga disumbang dari komoditas aluminium Rp 316,23 miliar dan penjualan nikel sebesar Rp 74,00 miliar.

Pendapatan TINS juga disokong oleh sejumlah bisnis non tambang lainnya seperti bisnis rumah sakit sebesar  Rp 222,37 miliar, bisnis real estate sebesar Rp 210,84 miliar, jasa galangan kapal sebesar Rp 36,44 miliar, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 178 juta.

Kendati pendapatan melesat, TINS juga harus mengalami kenaikan beban pendapatan yang juga ikut melesat. Secara persentase beban pendapatan usaha TINS melesat hingga 82,79%. Beban pendapatan usaha TINS sepanjang 2019 tercatat sebesar Rp 18,17 triliun.

Beban umum dan administrasi TINS juga tercatat naik menjadi Rp 1,05 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berada di level Rp 829,35 miliar. Dikarenakan hal inilah, pada tahun 2019 lalu TINS harus membukukan kerugian tahun berjalan hingga Rp 611,28 miliar. 

Pada tahun 2020 ini, TINS masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk mendongkrak kinerja perseroan agar dapat kembali membukukan laba. Gejolak pasar dan harga komoditas di tengah pandemi dan ketidakpastian global menjadi salah satu tantangan TINS pada tahun ini.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !