Detail Berita


Terganjal Pandemi Corona, Bayan Resources Hentikan Sementara Operasional 3 Tambang di Kaltim


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 16-04-2020

duniatambang.co.id - Pandemi corona kini sudah menjadi masalah global. Virus corona atau Covid-19 ini sudah menyebar hingga ke lebih dari dua ratus Negara di dunia. Penyebaran virus corona di Indonesia sendiri pun kian masif dan terus mencatatkan pertumbuhan korban positif terinfeksi setiap harinya. Pandemi ini bukan hanya menyerang sektor kesehatan, namun juga turut berdampak ke berbagai sektor lainnya.

Emiten pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melakukan berbagai langkah untuk menghadapi tantangan pandemi ini, BYAN memilih untuk menghentikan sementara kegiatan operasional pada tiga anak perusahaannya yang berlokasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Ketiga anak perusahaannya tersebut antara lain, PT Bara Tabang (BT), PT Fajar Sakti Prima (FSP), dan PT Indonesia Pratama (IP). 

Ketiga anak usaha BYAN tersebut memiliki daerah operasional pertambangan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Sebelumnya, BYAN menerapkan kebijakan penghentian sementara kegiatan operasional tambang tersebut mulai dari 25 Maret 2020 hingga 30 April 2020 mendatang.

Namun, mempertimbangkan kondisi saat ini yang masih diterjang pandemi, BYAN akhirnya memutuskan untuk memperpanjang waktu penghentian operasional tambang di tiga anak usahanya tersebut hingga 14 Mei 2020 dengan tetap mengikuti perkembangan situasi nantinya. Atas kebijakan ini, BYAN dan tiga anak usahanya tersebut pun telah melakukan koordinasi dengan semua sub kontraktornya. Pandemi ini memang menjadi salah satu tantangan besar bagi BYAN pada tahun 2020 ini.

Sebagai tambahan informasi, Sepanjang 2019 lalu, BYAN tercatat mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih. Laba bersih BYAN turun nyaris 50% atau sebesar 47,79% menjadi US$ 246,43 juta. Sedangkan untuk pendapatan, BYAN harus mengalami penurunan hingga 17,01% atau menjadi US$ 1,39 miliar pada 2019.

Gejolak pasar batubara memang sedikit banyak memiliki dampak terhadap performa BYAN. Berkaca pada tahun 2019 lalu, BYAN pada tahun ini masih akan terus memutar otak dan menyiapkan sejumlah strategi ditengah pasar batubara yang masih kurang bergairah.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !