Detail Berita


Harum Energy Gelontorkan USD 8 Juta untuk Bidik Pasar Asia Selatan


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 15-04-2020

duniatambang.co.id - PT Harum Energy Tbk (HRUM) persiapkan anggaran capital expenditure senilai USD 8 juta untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Jumlah belanja modal yang cukup fantastis itu diharapkan mampu mempertahankan bisnis perusahaan agar sesuai jalur dengan sejumlah permasalahan yang akan dihadapi.

PT Harum Energy menjelaskan, jika dana belanja modal sebesar itu akan dialokasikan untuk sejumlah proyek fasilitas pendukung operasional perusahaan. Beberapa proyek tersebut yakni peningkatan sejumlah properti pendukung operasional pertambangan, anggaran untuk pembiayaan kapal, belanja alat berat tambahan, dan untuk menyediakan beberapa prasarana tambang batubara.

Namun pihaknya menjelaskan, jumlah anggaran belanja modal itu nanti bisa dilakukan pengkajian kembali. Kemungkinan pengkajian itu bisa dilakukan pada akhir semester pertama dengan melihat kondisi pergerakan pasar pada periode tersebut.

Secara keseluruhan, anggaran belanja dan sejumlah proyek yang dicanangkan itu tidak lepas dari usaha perusahaan untuk menggenjot target produksi tahun ini, yakni sebesar 4 juta ton. Target tersebut dianggap tidak terlalu berlebihan, karena PT Harum Energy memiliki filosofi untuk selalu aware dengan pergerakan pasar komoditas batubara.

Pihaknya menambahkan, hal tersebut termasuk dalam kebijakan perusahaan yang terus berupaya mengoptimalkan tingkat produksi, namun dengan tetap mempertimbangkan balance antara margin operasi dengan keberlanjutan operasional perusahaan di masa mendatang.

Selain itu, langkah lain yang diambil oleh perusahaan adalah terus mengupayakan perluasan pasar ekspor baru sebagai solusi antisipasi penurunan akan permintaan batubara akibat wabah pandemi yang sedang terjadi. PT Harum Energy memberikan bocoran, jika target pasar baru yang dibidik adalah kawasan Asia Selatan.

Jika dilihat kembali dalam laporan perusahaan tahun 2019, sebenarnya PT Harum Energy telah memiliki pasar di wilayah Asia Selatan, yakni melakukan ekspor ke India dan Bangladesh. Diketahui, jumlah nilai ekspor itu mencapai 56,53 juta dolar Amerika. Namun rupanya jumlah itu lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai ekspor perusahaan ke negara di wilayah Asia Timur yang mencapai angka 156,56 juta dolar Amerika.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !