Detail Berita


Ini Langkah Toba Bara dan INDY Hadapi Gempuran Efek Pandemi


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-04-2020

duniatambang.co.id – Pandemi corona menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap dunia pertambangan. Jika dilihat dari laporan kinerja serta saham sejumlah perusahaan tambang, hampir seluruhnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Perusahaan pun dituntut untuk bisa mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan wabah pandemi ini.

PT Indika Energy Tbk

Sentimen negatif dari wabah Covid-19, tak membuat PT Indika Energy (INDY) gentar. Pihaknya pun tetap optimis, meksi kondisi di lapangan sudah cukup dibayangi awan hitam. Apa yang dinyatakan PT Indika Energy ini cukup beralasan, sebab salah satu anak usahanya yakni, PT Kideco Jaya Agung, operasionalnya masih berjalan normal dan produksi masih berada pada angka yang sudah ditargetkan.

INDY membeberkan sejumlah langkah yang telah diambil perusahaan untuk menghadapi wabah pandemi ini. Pihaknya terus melakukan upaya peningkatan efisiensi serta produktivitas perusahaan. Dana sebesar 146 juta dolar Amerika pun telah disiapkan perusahaan sebagai anggaran belanja modal untuk tahun ini. Sesuai rencana, anggaran itu nantinya digunakan untuk menopang bisnis anak usaha yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan konstruksi, yakni Petrosea.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan diversifikasi bisnis yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Jika melihat dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memang gencar melakukan diversifikasi. Contohnya pada proyek pembangunan fuel storage dan juga melakukan investasi di Awak Emas.

PT Toba Bara Sejahtra Tbk

Sementara itu, PT Toba Bara Sejahtra (TOBA) juga mengaku telah mempersiapkan sejumlah langkah dan kebijakan untuk bisa tetap bertahan di tengah gempuran wabah ini. Langkah yang diambil oleh perusahaan yang pertama adalah dengan tetap menjaga kegiatan ekspor batubara mereka. Sebab, pendapatan dari ekspor ke pihak di luar negeri masih menyumbangkan nilai terbesar kepada perusahaan. Dari laporan, jumlahnya mencapai 303,97 juta dolar Amerika atau menyumbang 59 persen dari total keseluruhan pendapatan.

Tak hanya fokus pada penjualan dan menjaga pasar, pihaknya akan menerapkan prosedur khusus pada pembangunan dua proyek PLTU. Proyek tersebut yakni PLTU Sulut-3 di Sulawesi Utara dan PLTU Sulbagut-1 yang ada di Gorontalo. Untuk membantu percepatan pembangunan 2 proyek PLTU itu, perusahaan telah menyiapkan dana belanja modal sebesar 160 juta dolar Amerika. Karena pihaknya tak menampik, pendapatan dari pembangunan proyek itu juga memiliki andil yang cukup besar.

 

Penulis : Edo Fernando
Editor   : Umar RP.
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !