Detail Berita


Harga Batubara Lesu, Begini Tanggapan Sejumlah Emiten


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 09-04-2020

duniatambang.co.id - Komoditas batubara tercatat masih menunjukkan tren turun. Pergerakan harga batubara pun masih sangat dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif yang membuat batubara sangat rentan terkoreksi.

Lesunya harga batubara pun tercermin dari Harga Batubara Acuan (HBA) pada bulan April 2020 yang harus tergerus jika dibandingkan dengan HBA pada bulan Maret 2020 lalu. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kementrian ESDM mematok HBA April 2020 sebesar US$ 65,77 per ton.

Lesunya harga batubara ini juga tidak lain disebabkan oleh pandemi virus corona yang menimpa sejumlah Negara sehingga membuat konsumsi batubara berkurang dan batubara global dibayangi kondisi oversupply. Turunnya harga batubara pada bulan April ini mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah emiten batubara tanah air.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai salah satu pengusaha tambang pada komoditas batubara mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum terlalu merasakan dampak yang signifikan. Hal ini dikarenakan, ADRO memiliki bisnis yang terintegrasi dan bisnis yang sudah cukup terdiversifikasi.

Kendati demikian, ADRO tetap memantau situasi global sembari menyiapkan rencana manajemen krisis dan mengambil langkah pencegahan agar kinerja perusahaan tetap bisa dipertahankan. ADRO pun akan tetap melakukan kontrol biaya dan efisiensi ditengah situasi yang tidak menentu ini.

Hal senada juga disampaikan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), penurunan HBA dan situasi global yang masih diterjang pandemi belum memberi pengaruh yang signifikan pada kegiatan produksi dan ekspor BUMI. BUMI pun kedepannya akan tetap melakukan evaluasi dan review kinerja operasionalnya. BUMI tidak menutup kemungkinan jika suatu saat terdapat perubahan kebijakan jika memang keadaan situasi global mempengaruhi kinerja BUMI nantinya.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai emiten pelat merah yang juga bergerak dalam bisnis batubara mengaku hingga saat ini memang kinerja operasional PTBA belum terdampak signifikan. Kendati demikian, PTBA akan tetap melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi kondisi pasar agar kinerja perusahaan tidak terganggu. PTBA pun membuka opsi untuk mencari market baru yang langsung ke end user. PTBA mengaku pihaknya membidik sejumlah negara seperti ke Taiwan dan Brunei Darussalam.

Sama halnya dengan PTBA, PT Indika Energy Tbk (INDY) juga tengah menyiapkan sejumlah strategi dalam menyikapi situasi pasar seperti sekarang ini. INDY pun tengah mengkaji berbagai opsi salah satunya diversifikasi pasar. INDY membidik market baru ke berbagai negara terutama ASEAN. Hal ini dilakukan tentunya untuk mempertahankan kinerja perusahaan.

Sejumlah emiten di atas kompak mencari berbagai strategi dan opsi untuk mempertahankan kinerja perusahaan. Di tengah kondisi global yang masih tidak menentu, kedepannya batubara pun diprediksi masih rentan koreksi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !