Detail Berita


Kerja Keras Tambang Emas Martabe Hadapi Covid-19


"Gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 08-04-2020

duniatambang.co.id - Tambang Emas Martabe tak tinggal diam dengan wabah Virus Corona yang telah melumpuhkan sejumlah sektor, termasuk dunia pertambangan. Di tengah ketidakpastian dan gejolak akibat hantaman wabah pandemi ini, perusahaan tentu dituntut untuk bisa mengambil kebijakan yang tak hanya menyelamatkan perusahaan tetapi juga para pegawainya. Pun dengan apa yang dilakukan PT Agincourt Resources selaku pengelola dari tambang emas Martabe. Beberapa usaha telah dilaksanakan perusahaan untuk tetap bertahan di tengah wabah pandemi.

Beri Bantuan Ratusan Juta ke Rumah Sakit

Sebagai salah satu upaya PT Agincourt Resources dalam membantu menangani wabah virus Corona ini, perusahaan telah menyerahkan bantuan kepada Rumah Sakit Sipirok, Sumatera Utara. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 250 juta yang nantinya diharapkan bisa membantu pihak medis dalam menangani wabah virus Corona itu.

Tak hanya menyerahkan bantuan berupa uang tunai, PT Agincourt Resources juga memberikan bantuan sejumlah Alat Pelindung Diri. Pasalnya, di lapangan para petugas medis mengalami kekurangan APD dan kebutuhan ini sangatlah mendesak. Sejumlah APD bantuan dari PT Agincourt Resources yakni berupa 60 set APD, 50 pasang Handscoon Obgyn Sterile, 60 box Handscoon Sterile uk. 7, 200 botol hand soap, 200 botol handrub, 250 botol disinfectant spray, 50 plastik infeksius dan 50 buah plastik non-infeksius, 10 unit tong sampah, 10 unit nebulizer, 10 unit septi box, dan 17 thermometer scanner.

Rumahkan Ratusan Karyawan

Selain memberikan bantuan kepada tenaga medis, pihak perusahaan juga melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di sisi internalnya. Adapun yang kebijakan yang diambil oleh perusahaan yakni, merumahkan sementara ratusan karyawannya. Seperti yang diketahui, sebelumnya perusahaan telah merumahkan setidaknya 50 karyawan. Sementara ke depan, akan ada sekitar 500 karyawan yang akan menyusul untuk dirumahkan.

Kebijakan merumahkan karyawan tersebut, merupakan langkah antisipasi untuk menyetop penyebaran virus Corona di ruang lingkup perusahaan, dengan meminta karyawan untuk melakukan isolasi diri sementara waktu. Meski demikian, Pemda setempat memastikan agar gaji para pegawai tersebut tetap dibayarkan.

Selain merumahkan karyawan, perusahaan juga telah melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan tak hanya di areal tambang, tetapi juga ke desa-desa yang berada di sekitar kawasan tambang. Sementara terkait kebijakan penutupan atau penghentian operasi tambang, pihak perusahaan belum berencana ke arah tersebut. Kecuali, jika sudah instruksi dari pemerintah pusat, maka penghentian operasi bisa dilaksanakan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !