Detail Berita


Waduh Corona Kian Mencekam, Harga Batubara Acuan April Tergerus


"Coal Hauling"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-04-2020

duniatambang.co.id - Pandemi virus corona nampaknya masih belum dapat ditekan. Bagaimana tidak, penyebaran pandemi ini kian masif hingga menyebar hampir ke seluruh belahan dunia. Pandemi virus corona bukan hanya menjadi masalah yang mengancam kesehatan dan nyawa, namun juga mengancam roda perekonomian dunia yang juga berimbas pada harga berbagai komoditas salah satunya komoditas batubara.

Pergerakan harga batubara cukup lesu dan cenderung menunjukkan tren turun. Hal ini juga tercermin pada Harga Batubara Acuan (HBA) untuk bulan April 2020 yang harus kembali tergerus. Sebelumnya, HBA pada bulan Maret berada di level US$ 67,08 per ton. Lalu, pada bulan April HBA harus tergerus US$ 1,31 per ton, yang artinya HBA April berada di level US$ 65,77 per ton.

Sebagai informasi, HBA terus mengalami fluktuasi jika ditelesik dari bulan Januari 2020 lalu HBA tercatat berada di level US$ 65,93 per ton yang notabane turun jika dibandingkan dengan HBA bulan Desember 2019 yang berada di level US$ 66,30 per ton. Lalu, HBA kembali naik di bulan Februari yaitu berada di level US$ 66,89 per ton. Begitu pula pada bulan Maret lalu, HBA naik tipis menjadi US$ 67,08 per ton. Kemudian harus kembali turun di bulan April 2020 ini.

Penurunan HBA pada bulan April ini, tidak lain dan tidak bukan terjadi karena terdampak virus corona yang membuat permintaan batubara sejumlah Negara menjadi turun yang akhirnya membuat ketersediaan batubara global sedikit mengalami oversupply. Selain itu, sejumlah Negara termasuk Indonesia memberlakukan work from home yang berimbas pada penurunan konsumsi listrik yang pada akhirnya membuat konsumsi batubara juga berkurang.

Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia seperti Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900. Penurunan indeks harga batubara global tersebut akhirnya membuat HBA pun ikut tergerus, dikarenakan HBA merupakan hasil dari rata-rata keempat indeks tersebut.

Harga batubara memang masih sangat dinamis dan rentan koreksi. Emas hitam ini belum menunjukkan kinerja yang prima hingga akhir kuartal I 2020 ini. Batubara pun belum mampu menunjukkan kenaikan harga yang signifikan.  

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !